Kisah Nyata Hidayah Satu Keluarga Jadi Mualaf

Kisah Nyata Hidayah Satu Keluarga Jadi Mualaf
Penulis : NN


Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdo'a bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam.

Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang.

Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.

Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai Kepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik.

Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).

Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya.

Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan.

Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.

Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja

Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak.

Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”

Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan.

Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.

Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono.

“Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.


Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung.

Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta.

Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.

Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata,

“Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.”

Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan.

Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.

Sepeninggal anaknya Rio, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil.

Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu,

”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah.

Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?”

“Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp 17.850.000.

Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun.

Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan,

“Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdo'a saja.”

Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.

Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”.

Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya.

Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai.

Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.”

Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku.
Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.

Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.

“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono.

“Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.

Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan.

Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.

Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung.

Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.

Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia.

Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu.

Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”

Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.

Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat.

Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.

Pak Martono SH beliau dulu waktu Dirut Telkom jaman nya Pak Cacuk, bertugas sbg Kasekper, Ka Inditor, Kadiv Properti.
Setelah kembali moslem Beliau mewakafkan 7 ha tanahnya untuk pesantren Baitul Hidayah di Bandung.

Keping Hati Di Senja By Nika Lusiyana

KEPING HATI DI SENJA
Penulis: Nika lusiyana

Semburat jingga di sudut langit memantul ke air danau. Menghias bias bayangan diriku dan haruka yang juga ikut terpantul. Angin lembut menghembus wajah kami, dan menerbangkan desah jiwa kami. Berat.
Kupandang wajahnya, yang dingin seperti biasanya. Sebersit ingatan tentang malam kemarin, membuat dadaku kembali terasa sesak. Sadarkah ia yang telah memeluk kakakku kemarin, dengan tulusnya… Aku tau, Haru belajar di Perancis seperti kakakku. Kini keduanya di Jepang, bersamaku. Dan aku, mulai mengerti bagaimana jalan cerita ini, layaknya alur roman yang sendu.

Haru menatapku, membuatku bergetar dan ingin menjauh darinya. Tapi cercah cahaya itu berkata lain, seakan mengikat kami dalam satu hubungan yang rumit. Kau milik Mizuka, tak sepantasnya kau bersikap seperti ini padaku. Kau membuatku kembali bingung dengan putusanku untuk menjauhimu. Tolong, berhentilah dengan sikapmu ini. Teriakku dalam hati.

Haruka diam, seakan begitu menikmati senja bersamaku. Sakit ini, serasa tak bisa kutahan lagi. Aku menangis tanpa sadar di sisinya, di sisi Haru. Tetes tetes itu mulai meleleh, mengalir di pipiku dengan cepat. Sementara kualihkan pandangan ke depan tanpa menatapnya.

Tap…
Semua gelap, hitam. Mataku, tertutup oleh sentuhan tangan itu. Ya, Haru menutup mataku dari belakang. Dan tak pernah kurasakan sentuhan paling tulus, selain sentuhannya.
“Biarkan seperti ini, Yuzu. Biarkan jemariku yang menghapusnya. Maaf, aku tak mampu melindungi wajahmu dari air mata sendu ini. Maaf dan maaf” desah Haru di belakangku.
Terkejut, mungkin aku. Tapi entahlah, aku hanya merasa nyaman dengannya meski aku tau Haru tak mungkin menjadi milikku. Pikirku saat itu, tanpa tahu apa yang Haru pikirkan.

Keping Hati Di Senja By Nika Lusiyana
Keping Hati Di Senja By Nika Lusiyana

Senja kian tenggelam, lilin lilin tegak itu kehabisan cahaya. Berangsur redup dan hilang. Aku kembali tenang, bersama Haru yang telah berada di sampingku. Mata kami, menatap cahaya langit senja. Menatap lukisan alam mega-mega abstrak. Membuat siluet tentang dua remaja yang beradu pikiran tanpa mengetahui pikiran yang lainnya. Yang saling memendam rasa dan memendam cinta.

Sepoian angin senja sedikit bertambah kencang. Dan seketika itu, tetesan air langit mulai jatuh dan berguguran. Membasahi kami dengan kesejukannya, menerpa kami dengan ketenangannya. Menyadarkanku, bahwa gerimis ini tak mungkin untuk diangkat kembali ke atas sana, seperti kisahku bersama Haru yang tak mungkin dapat dihapus, dan dimulai kembali dengan lebih baik.

Haru-san… Desahku dalam hati.
Yuzuka-chan…. Ucap Haru dihati, tanpa sedikitpun kutahui.
Kuharap, kau selalu berada disisiku, seperti ini….
Kuharap, kau selalu berada disisiku, seperti ini….
Seperti kau yang tadi menghapus air mataku…
Seperti kau yang tengah menemaniku saat ini…
Walaupun aku tahu, ini hanya akan menjadi harapan belaka, Haru san…
Tapi, aku yakin ini tak akan menjadi harapan yang sia sia Yuzu san…
Semoga, kau bahagia bersama kakak…
Kita akan bahagia saat tiba waktunya nanti…
Lupakan aku, Haru san…
Tunggulah aku, Yuzuka chan…

Jingga di senja kala, telah lenyap termakan gelapnya malam. Meski begitu terang bulan di atas menggantikan cahaya mentari yang hilang. Aku menatap samar wajah lelaki disampingku ini. “bisakah kita pulang Haru-san?”
Haruka yamazaki menoleh, dan ia tersenyum tipis.

Tentang Penulis:
Nama :Nika lusiyana
Facebook: Haruka yuzu
Aku hanya seorang anak SMP yang belajar bagaimana membuat semua terasa lebih indah dan lebih diingat.

Cerita Islami, Loker By Syahrima

LOKER
Penulis: Syahrima

Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan jauh dari keluarganya ini sangat berambisi menjadi seorang penulis. Walaupun kedua orang tua nya tidak pernah mendukung mimpi gadis ini, namun itu semua tidak pernah menghentikan langkah kakinya untuk mencapai semua keinginannya. Pagi ini masih seperti biasa.. hanya secangkir kopi hangat dan suara burung yang menemani hari-hari Rafsya. Gadis ini dikenal sebagai gadis mandiri, saking mandiri nya.. ia kadang dijuluki “Gadis Anti Sosial”, tidak pernah aktif dalam organisasi apapun dan seorang gadis yang susah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, seorang gadis yang tidak bisa cepat memposisikan dirinya dalam lingkungannya sebagai mahasiswi. Namun Rafsya dikenal sebagai mahasiswi terbaik tahun ini.. pantas saja Rafsya dikenal sebagai mahasiswa yang pandai, IPK ia tahun ini menjadi sorotan para mahasiswa lainnya, mendapatkan 3.99 adalah salah satu mimpi para mahasiswa lainnya dan Rafsa lah yang berhasil mendapatkan itu..

“Hei.. Kamu Rafsya ya?”.. seketika terdengar alunan suara dari lorong kelas sebelah, Rafsya yang dikenal gadis jutek itu tidak menanggapi suara tersebut, ia tetap fokus dengan novelnya dan setumpuk buku yang digenggamnya.. “Hei.. Halo.. Kamu Rafsya, kan?” lagi-lagi suara itu terdengar, bahkan sekarang suara itu lebih jelas ditelinga Rafysa. “Hmm.. Hai.. iya aku Rafsya, maaf kamu siapa ya?” Ucap Rafsya dengan suara sinis sambil kembali fokus ke buku yang sedang dibacanya. “Aku.. Aku Bara. Salam kenal ya..”. ternyata suara yang menyapa Rafsya berasal dasri suara Bara, siapa yang tidak kenal Bara.. asisten dosen yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang berkarisma, paras wajahnya yang manis selalu membuat para mahasiswi lainnya tergila-gilan padanya.. “oh.. iya sama-sama”. Kata Rafsya tanpa menoleh ke arah Bara.. “selamat juga deh IPK kamu paling tinggi tahun ini.” Kata Bara sambil mengulurkan tangannya ke tangan Rafsya. Tanpa basa-basi Rafsya mendekatkan kedua tangannya tanpa menjabat tangan Bara “Terimakasih banyak ya..” dengan tergesa-gesa Rafsya pergi meninggalkan Bara. Rafsya juga dikenal sebagai mahasiswi yang sangat taat dengan agama. Oleh karena itu Rafsya tidak menoleh dan melihat kehadapan Bara dan Rafsya juga tidak menjabat tangan Bara.

Siang hari nya di kantin, Bara yang diam-diam sering memperhatikan Rafsya mencoba menghampiri Rafsya yang sedang asyik dengan semangkuk bakso yang dimakannya.. sadar sedang diperhatikan oleh seseorang akhirnya Rafsya bergegas perfgi dari kantin. Bara merasa sangat bingung dengan tingkah laku Rafsya, satu hal yang Bara tidak tahu dari Rafsya adalah Rafsya tidak pernah mau dekat dengan lelaki selain dengan keluarganya. Bara tetap mengikuti jejak langkah Rafsya yang sedang menyusuri lorong demi lorong koridor kampus.. kecantikan hati Rafsya lah yang telah berhasil memikat hati Bara. Jangan bertanya tentang paras cantiknya, kesantunan akhlaknya, dan ibadahnya. Namun dengan kecantikan hati Rafsya lah Bara menjadi jatuh hati padanya. Satu demi satu semua kelakuan Rafsya selalu diperhatikan oleh Bara, hampir setiap pagi Bara meletakan setangkai mawar putih di loker tempat Rafsya menaruh barang-barangnya. Tanpa di kertahui Rafsya tentunya..

“Terus kejar mimpimu, sang penulis berhati malaikat. Dari aku yang mengagumimu”.. potongan kata yang ditemukan dalam lilitan setangkai mawar putih pagi ini yang dibaca oleh Rafysa. Rafsya memang sangat menyukai mawar putih, karena mawar putih dapat melambangkan kesucian, banyak tanda tanya yang terlontar dalam pikiran Rafsya.. “bunga dari siapa ya? Kenapa setiap pagi selalu ada mawar putih dengan kata-kata puitis seperti ini?”. Dari kejauhan Bara tersenyum manis melihat Rafsya yang sedang menghirup harum bunga mawar putih darinya. Bara selalu menyempatkan diri setiap paginya untuk membeli mawar putih dan diberikannya pada Rafsya. Namun Rafsya tidak pernah mengetahui tentang itu dan Bara pun tidak mau Rafsa tahu bahwa dirinyalah yang memberikan mawar putih setiap pagi di loker Rafsya.
Cerita Islami, Loker By Syahrima
Cerita Islami, Loker By Syahrima


Hari berganti hari, detak jam pun selalu berputar seiring berjalannya waktu, Rafsya tetap fokus dengan dunia menulisnya dan Bara juga tetap fokus dengan serentetan praktikum kedokterannya. Maklum saja, memasuki semester akhir kedua mahasiswa ini sibuk dengan skripsi yang mereka kerjakan. Namun itu semua tidak menghentikan kebiasaan Bara yang selalu meletakan mawar putih di loker Rafsya.. “siapapun yang memberikan ini, aku mau bilang terimakasih.. pasti orang yang memberikan ini hatinya secu sesuci mawar putih ini..” kata Rafsya sambil mengcium dan menghirup aroma mawar putih itu..

Hari berikutnya.. sengaja Rafsya melangkahkan kakinya lebih pagi dari biasanya, sengaja ia ingin mencari tahu tentang siapakah orang yang meletakan mawar putih di lokernya. Pukul 06.00 Rafsya sudah berada di kampus, tidak seperti biasanya.. Rafsya yang biasanya datang ke kampus saat mata kuliah berlangsung kini berada pagi-pagi buta hanya untuk menyelidiki seorang pengagum rahasianya yang selalu memberikan mawar putih, di waktu yang bersamaan Bara hari itu tidak meletakan mawar putih di loker tempat biasanya ia memberikan aroma indah mawar putih untuk Rafsya, gadis pujaannya.. Bara hari itu tidak datang ke kampus dikarenakan sedang sibuk menyelesaikan skripsi akhirnya..

Hampir sejam Rafsya duduk di pojok bangku taman dengan memasang wajah harap-harap cemas. Matanya mengelilingi seluk beluk lorong-lorong kampus dengan berharapan dapat mengetahui siapa orang yang selalu meletakan mawar putih beserta puisi-puisi indah di loker nya.. waktu terus berjalan.. tanpa dirasa sudah dua jam ia duduk ditempat yang sama, dengan pandangan yang sama, dan posisi duduk yang sesekali berpindah tempat, namun sayang.. orang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang, ia merasa sedikit kecewa karena tidak dapat mencari informasi tentang pengagum rahasianya.. dan ia pun memutuskan untuk beranjak dari bangku taman itu dengan seribu tanda tanya didalam hatinya.. “Ergggghhh.. kenapa gak keliatan sih orang itu? Tambah penasaran aja nihhhh!”..

Seminggu berlalu, tanpa ada mawar putih dan sepucuk puisi di lokernya. Hati Rafsya makin bertanya-tanya dan ribuan tanda tanya mulai menghampiri malam-malam gadis ini. Entah dimana Bara saat itu, saat dimana Rafsya benar-benar menyimpan banyak tanya tentang si pengagum rahasianya. Dalam doa selalu ada potongan kalimat yang rutin diucapkan disela-sela doa nya.. “Ya Allah.. siapapun orang itu, pertemukan ku dengan dia. Andai aku bisa mengetahui siapa orang itu..” Rafsya memang gadis yang tidak pernah akrab dengan dunia cinta. Hari-hari nya dihabiskan dengan bertumpuk-tumpuk buku dan berlembar-lembar kertas mata kuliahnya. Dan memang Rafsya mempunyai tekad. “Sebelum toga sudah aku kenakan, aku tidak akan mau tahu apa itu cinta”..

Malam hari nya, saat Rafsya sedang teliti menyelesaikan tugas mata kuliah nya tiba-tiba ada suara yang memanggil ia dari arah depan rumahnya.. “Rafsya.. Rafsyaaaa..” seketika suara itu menghentikan goresan pena yang sedang dipegang oleh Rafsya, namun Rafsya tidak memperdulikan nya. dan dengan serius ia tetap pada pekerjaannya yang bertumpuk itu.. sampai akhirnya, Ibu Rafsya mengetuk pintu kamar Rafsya. “Sya.. ada tamu tuh. Nyariin kamu tuh dia”. Dengan langkah yang tetap ditemani oleh buku Rafsya pun bergegas membuka pintu kamar, “siapa,Bu? Malam-malam gini bertamu gak sopan banget sih..”. dengan sinis omongan itu terlontar dari bibir tipis Rafsya. “Hei.. apa kabar?..” suara itu.. suara yang selalu menggangu di telinga Rafsya, Bara.. ternyata Bara yang malam-malam berkunjung ke rumah Rafsya. “ngapain kamu kesini? Gak pernah di ajarin tata krama bertamu ya? Ini sudah malam..” ketus Rafsya. Mendengar itu Bara langsung merasakan miris. Entah apa yang dipikirkan oleh Rafsya, niat baik Bara ternyata disambut dengan kesinisan..

“Aduh.. omongan aku salah gak ya tadi itu, jadi ngerasa gak enak sama dia. Erghh.. biarin deh. Abisnya dia nyebelin..” celetuk Rafsya sambil menutup pintu kamarnya dan mematikan lampu disamping tempat tidurnya. Ditempat yang berlainan Bara pulang dengan membawa sebuah penyesalan. “Ampun deh.. dari sekian banyak cewek yang pernah gw deketin baru kali ini ada cewek yang galaknya ngelebihin macan. Gimana mau deket.. denger suara gw aja dia udah males”.. ucap Bara sambil mengacak-acak rambut.

Waktu terus berlalu, ribuan hari dilewati Bara dan Risya dengan kesendirian. Risya tetap tidak mengetahui siapa penggemar rahasia nya yang selalu rutin memberikan ribuan kejutan untuknya. Hingga akhirnya.. sesuatu kejadian membuat rahasia itu terbongkar. Pagi hari saat Bara menaruh setangkai mawah putih dan puisi di loker Risya. Risya datang.. sekejap keadaan menjadi hening. “Heh! Ternyata.. ternyata lo yang setiap hari ngasih gw mawar putih? Ternyata tulisan tangan lo yang bikin gw penasaran selama ini???” tuduh Risya. Dengan tampang bingung.. Bara pun menjawab.. “ehmm.. heeehehe.. iya.. iya gw yang naruh itu semua, gw yang kasih lo bunga mawar putih.. iya.. iya tulisan tangan gw yang ada di lembaran-lembara kertas puisi itu”.. Risya bingung.. keadaan canggung. Dan mereka saling bertatapan..

Tentang Penulis:
Nama: Syahrima
TTL : 24 November 1996
Twitter: @syahrima
IG-Line-Path: syahrima

Karya 1 Tulisan Anak SD Indonesia Karya Akila Sabila

Karya 1 Tulisan Anak SD Indonesia
Karya 1 Tulisan Anak SD Indonesia Karya Akila Sabila

BERITA ARLOJI YG HILANG
Ada seseorang tukang kayu. suatu ketika saat serta bekerja, dengan cara tidak disengaja arlojinya terjatuh dan mengayun di sela tingginya longgok duli kayu. Arloji itu yaitu satu buah bonus dan sudah dipakainya pass tua. dia teramat mencintai arloji tertera. akhirnya dirinya berikhtiar sedapat tampaknya buat menerima lagi arlojinya. Sambil berkeberatan mempersalahkan keteledoran diri solo si tukang kayu itu memaparkan onggokan lebu yg tinggi itu.

Teman-teman staf yg lain lagi turut meringankan mencarinya. Namun percuma saja. Arloji kesayangan itu konsisten tidak ditemukan. Tibalah kala makan tengah hari. separo staf kembali pemilik arloji tersimpul dgn jiwa yg lesu menganaktirikan pabrik kayu tersebut.

Saat itu seseorang anak yg sejak tadi melihat mereka melelah arloji itu, reda jelang onggokan abu kayu terkandung. beliau menjongkok dan mengudak. tidak berapa obsolet berselang beliau sudah menyabet terus arloji kesayangan si tukang kayu termasuk. pasti si tukang kayu itu teramat bahagia. Namun dia sedang kagum, lantaran pada awal mulanya tidak sedikit insan sudah menyibakkan onggokan debu namun sia-sia. Tapi anak ini hanya satu orang diri saja, dan diterima meraih arloji itu.
"Bagaimana caranya anda melelah arloji ini ?", bertanya si tukang kayu.
"Saya cuma sila dengan cara santai di keramik. dekat kesepian itu aku dapat mendengar vokal tik-tak, tik-tak. dgn itu aku tahu di mana arloji itu beruang jawab anak itu.

Keheningan merupakan komitmen hunian yg paling susah diolah sewaktu pandangan hidup. tidak jarang dengan cara tak siuman kita tergiring pada sewu wahid jenis program dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menghentikan diri kita justru dulu sebelum sejak mulai berjalan menghadapi tiap-tiap perkara. "Segenggam kesunyian lebih apik mulai sejak kepada dua genggam jerih soak dan business menjaring angin."

BERITA KEPITING
Beberapa th yg dulu, apabila tak salah thn 2000, aku menyadran ke kota Pontianak, sahabat aku disana menggandeng aku mengumpan Kepiting.

Bagaimana trik memikat Kepiting?
Kami memanfaatkan sebatang bambu, menalikan helai ke batang bambu itu, diujung lain untai itu abdi bermufakat satu buah beton kecil.

Lalu saya melungsur bambu biar beton di sanding utas terayun menuju Kepiting yg abdi incar, awak menghalangi Kepiting itu dgn semen, merenggut dan merampas supaya Kepiting beram, dan seandainya itu termakbul sehingga Kepiting itu dapat 'menggigit' benang atau semen itu bersama marah, capitnya bakal mencengkeram semen atau benang bersama jadi maka aku bebas merangsangkan bambu dgn punca helai berkualitas seekor Kepiting banyak yg kembali marah.

Kami tengah jeblok perlahan bambu biar penutup talinya menuju suatu penggorengan agung yg telah beta mengisi dgn air mendidih sebab di lembah belanga itu ada satu buah tenggarang bersama api yg tambah menyala.

Kami celupkan Kepiting yg lagi murka itu ke dekat belanga terselip, seketika Kepiting menganalisis gigitan dan tubuhnya jadi merah, tidak kedaluwarsa seterusnya ana dapat menikmati Kepiting Rebus yg amat lezat.

Kepiting itu jadi sasaran santapan abdi dikarenakan kemarahannya, sebab kegeramannya atas kesukaran yg ana melaksanakan lewat sebatang bambu, sehelai utas dan suatu beton kecil. Kita tidak jarang sekali menyaksikan tidak sedikit manusia terjelebak dekat kesusahan, menghadapi kesulitan, kehilangan kesempatan, kehilangan jabatan, terlebih kehilangan segalanya lantaran beram.

Jadi jika kamu menghadapi hambatan, apik itu beton mungil atau kerikil agung, hadapilah bersama berpendidikan, redam kemarahan sebisa sepertinya, melakukan pengunduran dua tiga detik bersama menyentak napas panjang, seandainya butuh pergilah ke kamar mungil, bilas durja atau basuhlah tangan dgn air dingin, supaya murka kamu mereda dan kamu terbuka bersumber peringatan periuk panas yg sanggup menggempur periode depan anda.

Cerita Islami Anak Sholehah Mencintai Subuh By Khaelani

CERITA ISLAMI ANAK SHOLEHAH MENCINTAI SUBUH
Penulis: Khaelani

Embun pagi mulai turun sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Tumbuh-tumbuhan bermetamorposa atas kekuasaan Allah, mereka bertasbih memuji keagungan Allah SWT tiada henti. Karena perantara tetesan embunlah yang membuat tumbuhan tumbuh di dunia ini, guna untuk khidmat kepada manusia. Mengeluarkan manfaat bagi manusia, tumbuhan bisa berbuah untuk manusia dari berbagai macam bentuk, berbagai macam rasa, warna dan lainnya.

Bukan hanya tumbuh-tumbuhan yang khidmat kepada manusia di bumi ini, hewan pun ikut serta melayani manusia. Salah satunya ayam, ia bangun pagi-pagi sebelum manusia terbangun, ayam berkokok untuk membangunkan manusia dalam lelapnya tidur. Karena itulah gadis cantik anggun nan rupawan ini tersontak bangun dari tidurnya ketika ayam berkokok pertanda rahmat Allah SWT dan para malaikat turun kebumi di sepertiga malam. Kebiasaannya adalah tatkala ia bangun dari tidurnya di atas tempat tidurnya ia terbangun memanjatkan do’a “Alhamdulillahiladzi ahyana ba’damaa amatana wailahinnusyur” . Karena Allah SWT yang mengatur kehidupan kita sampai kematian kita, itu sudah menjadi ketetapan-Nya dan kita tinggal menjalankan sesuai dengan tuntunan ajaran utusanNya yaitu Nabi Muhammad SAW sampai takdir yang tetapkan.

***

Cerita Islami Anak Sholehah Mencintai Subuh By Khaelani
Cerita Islami Anak Sholehah Mencintai Subuh By Khaelani

Episode Cerita Islami Sebelumnya:


Setelah memanjatkan doa, Ovi melangkahkan kakinya ke kamar mandi, untuk bersuci. Sebelum taqorub ilallah di sepertiga malam ini, ia membersihkan dirinya sesuai dengan syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW . “ Allah tidak menerima shalat seseorang bila Ia berhadats, sampai Ia berwudhu’ “ ( HR Baihaqi, Abu Daud, dan Tirmizi )

Kemudia Ovi mulai tersungkur di atas sajadah, melaksanakan sunnah qiamulail yaitu shalat tahajud, tilawatil qur’an dan dzikir sampai kumandang adzan subuh berkumandang.

Suara adzan terdengar dibarengi suara ketukan pintu kamar Ovi.
“ttooookk toookk tookk” Suara pintu
“Teteh bangun teh?” Suara gadis
“Iya, teteh udah bangun dari tadi ko” Jawab Ovi sambil membuka pintu kamarnya 
Ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah adik kandung Ovi yang bernama Siti Khoirotul Hisan. Ovi memiliki 3 saudara kandung, yang pertama laki-laki bernama Muhammad Zainul Muhibbin, yang kedua perempuan Siti Khoirotul Hisan dan yang ketiga Muhammad Fadhli Hidayat. Ovi terlahir dari keluarga yang berprinsif teguh terhadap agama. Abi dan Umi nya selalu mendidik anak-anak mereka dengan taqwa kepada Allah SWT Tuhannya, mengabdi kepada Nabi Muhammad SAW rosulnya, bangga terhadap Islam agamanya, dan menebar kasih sayang kepada sesama saudaranya.

***

Meski sederhana rumah Ovi terasa nyaman, belakang rumahnya terdapat mushola Al Munawwar yang setiap harinya selalu ramai di penuhi orang-orang sholeh dan sholehah. Mereka datang sebagai jama’ah musola Al Munawwar untuk beribadah di tempat yang mulia, warisan nenek moyang keluarga Ovi, meskipun mushola keluarga namun masyarakat setempat banyak yang berjamaah di mushola Al Munawwar yang kini di imami oleh bapaknya Ovi.

Antusias jama’ah disana sangat tinggi, kesadaran untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim menjalankan shalat fardu memang sudah melekat dihatinya, bahkan begitu mudahnya mereka berbondong-bondong shalat subuh berjama’ah. Dijaman sekarang ini memang sangatlah sulit kita jumpai hal seperti itu, padahal Rosulullah telah mengajarkan kepada kita:

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

 “Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka-, ‘Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka sholat,” (HR Bukhari)

Fadilah shalat berhamaah:

  • Dijauhkan dari Sifat Munafik

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

  • Mendapatkan Keutamaan Shalat Sepanjang Malam

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

  • Dilapangkan Rezeki

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

  • Kunci Kemenangan

“Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari) Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.’” Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

  • Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).

  • Shalat Subuh adalah Penyelamat dari Neraka

“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya,” (H.R. Muslim)

***

Bada shalat subuh berjamaah, Ovi berdzikir hingga waktu fajar (terbitnya matahari) hingga sempurnanya matahari terbit.

Sekitar pukul 06.00 WIB ketika di rumah Ovi selalu rajin membersihkan halaman rumah yang di penuhi pepohonan hijau nan rindang khas pegunungan. Uminya sangat senang menanam bunga dihalamannya hingga jadi hobi menurun keanak-anaknya terutama Ovi dan Susan (Panggilan kecil Siti Khoirotul Hisan adik Ovi) anak perempuan yang terwarisi kebiasaan ibunya menanam dan merawat bunga. Hampir setiap harinya ia jaga dan rawat hingga tak terasa halaman rumahnya terlihat indah seperti taman bunga.

Selesai bersih-bersih halaman dan isi rumah Ovi membantu Umi menyiapkan masakan untuk sarapan pagi. Masakan khas daerah pegunungan yang selalu bikin kangen Ovi ketika ia berada di kota jauh di rumahnya adalah masakan Uminya. Memang sudah menjadi anugrah Ovi memiliki Umi yang pandai memasak meskipun Ovi sendiri masih belajar untuk memasak, sampai Susan adiknya sering ngeledekin.

“Aku gak mau makan kalau teteh yang masak” Celoteh Susan
“Kenapa emang dengan masakan teteh?” Tanya Ovi
“Masakan teteh mah gak seperti masakan Umi, kadang teteh kalau masak terasa asin” Jawab Susan
“Itu tandanya kakakmu sudah pengen cepet-cepet nikah,hehee” Saut Umi
“Ahh... umi percaya aja sama takhayul itu, aku kan masih belajar bikin masakan kaya masakan Umi” Kata Ovi
“Iya, Insya Allah kalau kamu masak penuh dengan rasa Cinta dan Ikhlas, sentaiasa Sholawat kepada Nabi dan memuliakan makanan, apa pun yang kamu masak akan terasa enak. Dan yang terpenting masakan itu baik dan halal” Jelas Umi.


To Be Continue

_____
Semoga bermanfaat certia islami keistimewaan cinta subuh. Dan semoga kita dimudahkan untuk shalat subuh berjamaah memenuhi kewajiban kita sebagai umat muslim. Nantikan cerita islami selanjutnya hanya di blog cerita dejavu.

Tentang Penulis:
Nama: Khaelani
Alamat: Cirebon
Hobi: Penulis, Produksi Musik
Facebook: Muhammad Abdillah

Cerita Cinta, Topeng Cinta By Mentary Ds

TOPENG CINTA
Penulis: Mentary ds

Aku mengenal nya dari teman ku,ya aku tertarik pada nya,saat itu aku hanya seorang anak kuliahan tingkat dua di salah satu perguruan swasta di kota tempat ku tinggal,kami mulai berkenalan lewat bbm,dia adalah tipe laki2 yg cuek dan pendiam.

Banyak teman ku yg satu pekerjaan dengan nya,jadi dengan mudah aku bisa mencari tau tentang.
Hari hari berlalu kami semakin akrab dan  sudah mulai saling mengabari,dan sering berjumpa,tepat bulan mei aku jadian dengan nya.

Ya aku tipe perempuan yg jarang jatuh cinta,bahkan aku baru 2 kali pacaran,aku tipe yg cuek dan tidak seperti perempuan yg lain nya,aku tidak suka berbicara soal laki-Laki.

Tapi semua berubah saat aku berpacaran dengan nya,dia spesial bukan karna dia kaya atau ganteng  tapi karna aku nyaman dan dia super sabar,dan mengerti agama,itu membuat aku sangat jatuh hati pada nya.

Baru satu bulan kami pacaran,tepat tgl 1 bulan juni,aku pergi meninggal kan untuk melakukan sebuah pekerjaan,selama 7 bulan aku berpisah jarak dan waktu,kami tidak bisa komunikasi,karna memang di tempat ini di larang berkomunikasi dengan orang luar,cuma waktu waktu tertentu aku bisa menghubungi nya dan bertukar foto lewat bbm,itu membuat aku bahagia sekali,selama di sana yg membuat ku semangat adalah dia dan keluarga ku,saat belajar di sana pun aku selalu menulis nama nya di buku ku,itu pekerjaan yg membuat ku bersemangat,setiap malam aku memakai baju yg dia berikan pada ku,rasa cinta itu terus berjalan walau jauh,hari berjalan sampai pada akhir nya hari berganti dan berganti bln 12 aku mengambil tiket pesawat di akhir tahun dengan keberangkatan yg paling awal karna aku tak sabar ingin pulang ke kota kelahiran ku untuk berjumpa dengan nya.

Sampai di kota kelahiran ku,aku menyuruh orang tua ku untuk menelpon nya dan menyuruh nya ke rmh,tapi aku tidak memberitahu bahwa aku sudah pulang,dngan segera dia dtng ke rmh ku,betapa terkejut dan bahagia nya dia aku plng,ku peluk dia ,dia juga begitu mencium kening ku,hari hari ku bahagia,karna memang kami selalu tertawa bersama ,apalagi sekarang pekerjaan ku dengan nya satu propesi dan sekantor,walau kami sudah bekerja tapi kondisi keuangan kami memang sering kurang,maklum dia selalu bertanggung jawab untuk mengirim ke orang tua nya,aku yg selalu di samping nya semampu aku menopang nya dalam kondisi keuangan,tahun berganti dan bulan pun berganti,dia dapat promosi jabatan yg bagus,dari sinilah hubungan kami mulai hancur,karna pekerjaan kami sudah jarang komunikasi,kadang hampir tidak ada komunikasi,walau satu kantor tapi kami kadang tidak pernah jumpa di kantor,hati hari semakin berat,walau kondisi keuangan sangat baik tapi semua  tak seindah yg dlu ,ya sekarang kami memang sering belanja,dia lebih boros ,dan selalu memberi ku uang walau aku tidak minta,tapi aku merasa uang tidak bs membuat aku bahagia ,dia telah berubah setelah promosi jabatan itu,pertengkaran kami selalu dan selalu tidak bisa lagi di hindari,kadang sampai 2 minggu kami tidak ada komunikasi,tapi aku tetap sayang saat dia ulang tahun,aku memberikan nya sebuah hadiah hp keluaran terbaru .teryata itu memjadi malapetaka bagi hubungan ku.dia levih aktif di sosial media,kadang yg paling sakut aku bs melihat nya telpon2 di luar rungan nya tp bbm dan tlpn ku tak pernah di angkat nya ,alasan nya sibuk.

Cerita Cinta, Topeng Cinta By Mentary Ds

Cerita Cinta Lainnya : Kumpulan Cerita Cinta

Sampai pd akhirnya aku tau dia selingkuh dengan seorang wanita yg beda instansi dengan ku,sakit sakit sekali hancur perasaan ku,tuhan kenapa setega ini dia,padahal aku selalu setia dengan nya,walau mantan pacar ku yg lebih tinggi pangkat nya sering menghubungi aku,tapi aku kadang menyuruh dia yg angkat tlpn itu,karna aku tidak mau ada salah paham.kami bertengkar hebat,di bawah hujan di depan rumah ku,kami berantam dan dia mohon2 untuk tidak putus ,aku kecewa dan sakit gak bsa makan aku setelah itu hancur sekali,rasanya hilang nyawa ku,aku seperti orang seteres,dia menghubungi orang tua ku agar aku mau berjumpa dengan nya,akhir nya kami pun baikan di depan mamak ku dia berjanji untuk tidak lagi mengulang nya.

Pertama dan awal awal nya kami bahagia dia mulai berubah,kembali seperti dia yg dlu perhatian dan penyabar,tapi itu tidak lama rupanya,beberapa bulan saja,dia kembali berulah dan makin parah,kasar dan mau marah2 dengan ku,membentak ku.
Tapi karna cinta tetap saja aku setia,

Aku di undang di acara pernikahan abg nya ,saat lebaran pun,waktu cuti aku ke rmh orang tua nya,aku membeli bakal baju bersama calon kk ipar nya,pakayan itu ku tempah di tempat aku tinggal,waktu pesta abg nya tinggal beberapa hari lagi,kami berantam juga saat itu,tapi karna aku menghargai orang tua dan abg nya aku dtng ke acara itu dengan surat izin ke kantor ku.

Tapi hubungan kami tidak sebaik dlu,saat aku ingin plng,dia tidak mau mengantar ku,malah dia tidur, dengan air mata aku pulang ke rumah ku,aku berdoa agar dia bs berubah seperti dlu.

Beberapa bulan kemudia aku dan dia dalam kondisi yg sangat jenuh ,sampai aku tahu dia telah balikan dengan mantan pacar nya,tapi aku diam menahan semua nya,sampai aku gak sanggub lagi dan aku nanyak apa hubungan kita  sekarang,dan smpai akhir nya kami putus.

Dia bahagia dengan pacar nya sedang aku gak bs makan,diam tanpa kata hampir 10 kg berat badan ku turun karna patah hati,sampai saat aku belum bisa bangkit,hatiku tidak bisa di obati lagi,sakit nya membekas .

Meski banyak laki2 yg mendekati aku ,mulqi dr jaksa,pegawai bank,dan salah satu penjabat di kota ku juga ada tp aku tidak seeikit pun memberi harapan pada mereka,bahkan di hp ku masih tetap seperti dulu ,tidak pernah ku ganti nama nya ,sayng ku tetap lah seperti itu,sekarang aku berpacaran dengan salah satu penjabat di daerah medan,tapi aku tidak pernah bahagia,bahkan aku tetap mencintai nya,dia selalu yg ku ingat.meski sakit saat mengingat nya.

Cerita Islami Menyentuh Hati Seorang Ibu

CERITA ISLAMI MENYENTUH HATI SEORANG IBU
Penulis: Khaelani

Musim kemarau telah berlalu, terik panas matahari kini meredup sinarnya terhalang oleh gumpalan awan tebal diatas langit. Siang hari pun bagaikan sore hari, begitu cepat perpindahan cuaca siang itu. Mendung dan mulai gelap, isyarat pertanda akan turun hujan deras. Dan di sebuah rumah tampak seorang gadis anggun tengah sibuk menatap leptop dari pagi sampai siang, ia tampaknya sedang asik mengetik tugas kuliah. Di depannya beberapa buku numpuk penuh dengan tanda batas tulisan sesobek kertas kecil untuk mendai halaman buku sebagai referansi untuk membuat skripsi.

Buku novel  berjudul ”Cerita Islami Menyentuh Hati Seorang Ibu”, tiba-tiba terbuka dengan sendirinya tanpa ada yang membukanya. Gadis itu pun tersontak terkaget-kaget. Dalam hatinya bertanya “Astagfirullah, ko tiba-tiba bukunya terbuka sendiri.... Ahhh... mungkin karena angin”. Kata  gadis itu yang tak lain adalah Ovi sosok perempuan muslimah inspirasi dalam Episode 1 Cerita Islami Ovi dan Nida.

Kemudian ia menoleh ke jendela dan ternyata di balik jendela itu memang banyak angin yang berhembus di iringi cuaca mendung pertanda turun hujan deras. Kemudian ia tutup jendela itu.

***

Sekitar pukul 14.00 WIB Ovi masih mengerjakan tugasnya, namun ia mulai terganggu konsentrasinya dengan buku novel yang berjudul Cerita Islami Menyentuh Hati Seorang Ibu, tak sengaja terbuka sendiri halamannya dan belum sempat Ovi menutupnya.

Ovi melihat kearah buku novel itu, dan ia penasaran dengan halaman buku novel yang terbuka sendiri. Kemudian ia membaca halaman novel itu, perlahan ia terus membacanya dan akhirnya cerita islami menyentuh hati seorang ibu itu menghentikan Ovi menulis tugasnya, malah ia asik membaca novel. Padahal novel pemberian Ahmad teman kaka tingkatnya sudah ia baca berulang-ulang kali. Namun kehebatan novel itu memang membuat pembaca selalu tertarik untuk membacanya, meskipun sudah membacanya beberapa kali, masih seperti membaca pertama kalinya.

Memang novel itu menceritakan sosok ibu, bagaimana perjuangan dan pengorbanan ibu, kepedihan dari mulai mengandung anaknya selama sembilan bulan lamanya, melahirkan anaknya dengan bertaruh nyawanya sendiri demi anaknya, dan sebaginya, karena dalam cerita islami menyentuh hati seorang ibu banyak sekali hal-hal yang kita mungkin masih belum kenal dekat dengan sosok yang namanya ibu.

Kenapa Ovi malah asik membaca halaman novel cerita islami menyentuh hati seorang ibu yang tiba-tiba terbuka itu, adalah karena dalam halaman itu menceritakan kerinduan seorang ibu kepada anakanya.

Sesekali Ovi meneteskan air matanya karena terharu dan menyentuh hati kata-kata ibunya dalam cerita novel itu. Dan membayangkan seakan ini adalah pesan untuk dirinya sendiri yang dirundukan ibunya. Akhir-akhir ini Ovi memang jarang menemui ibunya di kampung halamannya karena dengan alasan ingin konsentrasi mengerjakan skripsi tugas akhir kuliahnya.

Namun yang dirasakan adalah betapa merasa bersalah ia jarang menemui ibunya di rumah. Dalam hatinya mungkin saja ibunya seperti dalam novel yang ia baca sekarang. “Merindukan anaknya yang jarang pulang dan ingin mendekap tubuhnya. Karena kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sejak kecil adalah dekapan hangatnya. Dan kini, kita sudah dewasa ini apakah tak mampu mendekap balik ibu kita? Apakah malu? Karena kita bukan anak kecil lagi. Apapun alasan kita karena mungkin saja kita tidak bisa merasakan kerinduan seorang ibu kepada anaknya seperti apa yang di ceritakan dalam novel cerita islami menyentuh hati seorang ibu”.  Begitu kira-kira kata hati Ovi yang sedang dilanda kerinduan yang sama kepada ibunya.

Ia ingat dalam satu hadits Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)

Cerita Islami Menyentuh Hati Seorang Ibu


***

Berdering nada handphon Ovi.... dan di lihat nomor pemangilnya ternyata Nida yang menepon! Nida yang saat ini perasaannya sudah membaik tentang kepergian adik temannya Episode 2 Cerita Islami Penuh Hikmah.
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh” Salam Ovi
Wa’alaikumusalam Warohmatullahi Wabarokatuh” Jawab Nida
“Kenapa sayang?” Tanya Ovi
“Maaf teh, cuacanya begini mendung gelap dan sepertinya mau turun hujan deras. Jadi hari ini aku ga bisa mampir ke tempat teteh seperti biasanya”. Keluh Nida
“Yasudah tak apa-apa... teteh juga lagi ingin sendirian dulu hari ini”.
“Kenapa teh? Ada masalah ya?” Tanya Nida
“Tidak ada masalah apa-apa. Cuma tiba-tiba rindu aja sama Ummi di rumah”. Jawan Ovi
“Kalau begitu, besok teteh harus pulang, temui Ummi dirumah. Aku juga ikut, udah lama gak ketemu sama ummi... Jadi kangeeennn!” Tutur Nida
“Besok teteh harus ketemu dosen pembimbing untuk nyerahin proposal skripsi ini, jangan besok ya?” Tawar Ovi
“Teteh itu udah sebulan lebih engga ketemu ummi, ini adalah isyarat kerinduan seorang ibu teh!”. Jelas Nida

Tiba-tiba teleponnya mati... Tuuutttt....!!!

Selang beberapa menit, Nida sms bahwa pulsanya habis dan seperti memberi peringatan bahwa mau tidak mau besok Ovi harus menemui Ibunya dirumah ditemani dengan dirinya.

***

Singkat cerita, keesokan harinya Nida datang pagi-pagi sekitar pukul 07.00 WIB ketempat Ovi. Terlihat tampak Ovi sudah siap-siap menunggu Nida untuk pulang bareng ke rumah Ovi. Kemudian mereka berdua berangkat.

Tepat pukul 08.30 WIB mereka sampai di kampung halaman Ovi di daerah pegunungan sejuk nan berseri. Sekelilingnya di hiasi oleh sawah-sawah membentang luas dan tersusun menanjak seperti tangga raksaksa. Para petani pun sedang merawat dan menyirami sawah mereka. Udara khas pegunungan sejuk menambah kerinduan Ovi tatkala sudah di depan halaman rumahnya. Terlihat gadis berumur 16 Tahun sedang membantu seorang ibu membersihkan halaman rumah. Dan....
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh” Salam Ovi dan Nida
Wa’alaikumusalam Warahmatullahi Wabarokatuh” Jawab Anak gadis dan Sorang Ibu
“Ummi, teteh udah pulang” Kata Anak gadis sambil menghampiri Ovi dengan penuh kerinduan

Anak gadis itu bernama Siti Khoirotul Hisan, adik kandungnya Ovi. Dan Seorang Ibu itu Umminya, ibu kandung yang membesarkan dan mendidik Ovi sampai saat ini menjadi perempuan anggun nan cantik rupa dan akhlaknya. Dan memang benar isyarat buku Novel cerita islami menyentuh hati seorang ibu yang terbuka halamannya sendiri. Ummi memang sangat rindu dengan Ovi namun ia memendam kerinduannya dengan alasan tidak ingin mengganggu konsentrasi kuliah anaknya disana. Terlihat ketika Ummi mendekap Ovi dengan penuh kehangatan dan kerinduan yang mendalam, sampai Nida tak kuat haru melihatnya.

***

Rumah Ovi terasa nyaman meski sederhana, tidak tampak aura keangkuhan. Ahlu bait atau penghuni rumahnya memang selalu menghiasi rumah itu setiap harinya dengan Tilawatil Quran. Karena setiap merasakan masuk ke semua ruangan rumah itu terasa nyaman dan tenang. Bagaikan kita bisa merasakan ayat-ayat al Quran menghiasi rumah itu, dalam hadits di terangkan dari Abu Musa radhi Allahu'anhu, dari Nabi shalallahu'alaihiwa salam bersabda; “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Al-Bukhari). 

Kemudian Ovi dan Nida masuk kekamar kesayangan Ovi, dengan kerinduan yang mendalam.
“Aku udah hampir dua bulan lebih engga ke kamar ini lagi ya teh, seperti ada yang berbeda?” Kata Nida
“Apa yang berbeda? tidak ada yang membedakan, yang berbeda cuman soal waktu. Dan Alhamdulillah, Allah SWT masih memberikan kehendak buat kita hari ini bisa kembali kekamar ini lagi”. Jelas Ovi
“Oya teh ngomong-ngomong soal kembali/pulang ke rumah ini, kemaren kan aku sempet maksa buat teteh harus pulang, tapi kata teteh hari ini kan ada pertemuan teteh dengan dosen teteh?, tadi aku lupa nanya kenapa teteh memilih pulang ketemu Ummi dibandingkan ketemu dosen?” Tanya penasaran Nida
“Alesannya karena Novel cerita islami menyentuh hati seorang ibu, yang membuat teteh jadi sadar”. Jawab Ovi
“Teteh baru mengerti tentang kerinduan seorang ibu kepada anaknya, bukan hanya soal kesuksesan harta anaknya, kepandaian dan kecerdasan ilmunya dan ketinggian drajat pangkatnya. Namun, kita cukup meluangkan waktu kita sesibuk apapun kita, usahakanlah untuk bertemu dengan ibu kita, biarkan diri kita di hadapannya dan di dekap olehnya. Dengan dekapan itu, kita akan menyentuh hati seorang ibu. Dan merasakan apa yang ibu kita sedang rasakan. Tidak ada pertemuan yang lebih penting saat ini yang teteh rasakan, di bandingkan teteh harus segera bertemu dengan Ummi”. Lanjut jelas Ovi
Subhanallah, teteh... semoga semua ini ada hikmahnya”. Saut Nida
Aamiin Yaa Rabbal’alamin

Bersambung....
____
Jazakumullah Khairan Katsiran.... sudah membaca cerita islami menyentuh hati seorang ibu. Semoga bermanfaat!!! Ikuti terus episode cerita islami berikutnya di situs Cerita Dejavu dot com.

Tentang Penulis:
Nama: Khaelani
Alamat: Cirebon
Hobi: Penulis, Produksi Musik
Facebook: Muhammad Abdillah

Cerita Islami Penuh Hikmah Boneka Kucing Untuk Sindy

CERITA ISLAMI PENUH HIKMAH BONEKA KUCING UNTUK SINDY
Penulis: Khaelani

Hari jumat mendung, seakan langit terharu melihat kepergian seorang anak kecil berumur lima Tahun, cerdas dan menggemaskan, yang diharapkan kelak tumbuh dewasa menjadi muslimah inspirasi banyak orang, kini ia terbujur kaku tak lagi menampakkan adanya kehidupan. Orang tuanya begitu berduka merasakan kesedihan tiada henti, ditinggalkan anak kedua mereka yang lahir begitu berbeda dengan anak pertama mereka. Hanya sekedar cerita islami penuh hikmah untuk mereka tatkala melihat wajah Sindy Tisani nama lengkapnya yang kini telah pergi meninggalkan semuanya.

Suasana sangat berduka mengumpulkan warga kampung kecil di perbatasa daerah Cirebon, beguyun-guyun orang-orang berdatangan melayat ke rumah duka. Sampai kabar kepergian Sindy terdengar oleh gadis jelita yang banyak di irikan bunga melati yang baru merekah. Tak lain ia adalah Nida, seorang mahasiswi yang aktif peduli dengan sesama, sampai ia rela mengorbankan dirinya sendiri demi saudara semuslimnya.

Dan kakak angkatnya Ovi, yang senantiasa banyak cerita islami penuh hikmah para insani, tatkala kata-kata keluar dari mulutnya. Gadis muslimah yang menginspirasi tentang dakwah CINTA nya. Siapa yang tidak terpesona oleh kelembutan tutur kata dan hatinya.

Keduanya memang gadis yang tidak banyak perempuan muslimah saat ini miliki. Mereka sangat menjaga amanah agamanya dan betapa kuat keimanannya. Membawa cerita islami penuh hikmah para insani modern saat ini yang ingin belajar seperti apa hidup seorang perempuan muslimah seharusnya.

Ingin tahu cerita sebelumnya tentang mereka berdua Nida dan Ovi Episode 1 Cerita Islami Sosok Perempuan Muslimah Inspirasi.

***

Pagi sekitar pukul 8.30 WIB, Nida tengah siap menyongsong hari yang penuh dengan ceria, tiba-tiba duka seketika kala mendengar kabar mengejutkan kepergian Sindy. Tersontak kaget dengan berderai air mata menetes di pipinya, matanya dipenuhi dengan rasa penyesalan tiada henti. Sampai kabar itu pula terdengar oleh Ovi yang saat itu sedang menanti Nida di rumahnya, katanya ingin mengantarkan uang bantuan untuk berobat Sindy.

Allah SWT berkehendak lain, dengan penuh cemas dan duka mereka berdua bertemu berpelukan di hiasi tangisan seorang gadis yang benar-benar kehilangan penerus generasi muslimah yang dinantikan.
“Teteh... aku benar-benar menyesal” Kata Nida sambil berlinang air mata di pipinya tiada henti
“Apa yang kamu sesali? Tak ada yang harus di sesali” Jelas Ovi
“Kalau saja dulu saya punya uang untuk membantu keluarga Meli cek up Sindy ke dokter mungkin saja Sindy sekrang masih..............”
“Hussst.. jangan ngomong seperti itu, Istighfar lah adiku... itu sudah kuasanya Allah SWT, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfudz, tentang kematian seseorang semua karena takdir” Jelas Ovi
“Tapi teh???...”
Istighfar Nida, ... kamu harus ingat “Kullu nafsin dzaiqotul maut” Setiap yang bernyawa pasti akan mati (QS. al-Ankabut : 57)“ . Jelas Ovi agak bernada tinggi
“Tak ada yang perlu kita sesali dan niat kamu membantu itu pun tidak ada jaminan Sindy akan tetap hidup atau mati, saat ini yang kita harus lakukan adalah ikhlaskan semuanya dan doakan Sindy di alam sana semoga ia tenang dengan keridhoan disisi Allah SWT. Dan ia menjadi tabungan orang tuanya di akhirat nanti”. Lanjut Ovi

Akhirnya Nida sedikit tenang dan merasa sudah bisa menerima keadaan, bahwa kunci ikhlas adalah ridho dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, seperti apa pun keadaan kita ikhlas dan bersyukurlah karena setiap cerita islami penuh hikmah kita selama ini akan ada pelajaran yang bisa kita ambil untuk kehidupan kita.

Cerita Islami Penuh Hikmah Boneka Kucing Untuk Sindy


***

Tepat pukul 10.00 WIB Nida dan Ovi melayat kekediaman rumah duka, yang lumayan jauh dari tempat mereka menempuh waktu sekitar 1 jam lebih.

Terlihat gadis dengan berderai air mata tiada henti yang memakai kerudung hitam termenung sendirian di rumah duka. Teman satu kelas dengan Nida, namanya Melisha ‘Auliyah biasa di panggil Meli, kakak dari Sindy.

Cerita islami penuh hikmah kita, benar-benar merasakan suasana saat itu penuh dengan tangis dan air mata. Namun Ovi berusaha sekuat tenaga dan kepribadian ilmu agama yang luar biasa, ia memberikan obat hati yang terluka lewat tutur kata cintanya.
“Meli, sudah ya jangan tangisi kepergian adikmu, bersabarlah dan Ikhlaskan kepergian Sindy. Adikmu menyaksikan semua ini pasti akan merasakan hal yang sama, bahkan ruhnya saat ini amat sangat tersakiti karena tangisan kamu”. Jelas Ovi
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un”, Sesungguhnya adalah milik Allah apa yang Dia ambil, dan akan kembali kepadaNya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada disisiNya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala dari Allah. (HR Muslim)
Dari Anas ra, berkata: Rasulullah SAW bersabda:
Tiada seorang Muslim pun yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan mereka itu belum mencapai usia dewasa-yakni belum baligh, melainkan Allah akan memasukkannya dalam syurga dengan keutamaan kerahmatan Allah kepada anak-anak itu. (Imam Al-Nawawi Riyadh al-Shalihin)”. Lanjut Ovi menenangkan Meli

***

Singkat cerita islami penuh hikmah ini, jenazah Sindy sudah di kebumikan dan semua pelayat satu persatu meninggalkan pemakaman. Hanya 3 perempuan yang masih di makam kuburan Sindy mereka masih terdiam dan saling berdoa tiada henti sambil sesekali Meli masih saja meneteskan air mata memohon ampunan untuk adiknya.

“Kaka ingat kamu saat kamu bercerita soal boneka kucing yang kamu ingin di beliin kaka de, maafin kaka belum bisa membelikannya untukmu” Kata Meli di depan kuburan Sindy sambil memegang nisan.
“Kenapa Mel, dengan boneka kucingnya?” Tanya Nida
“Seminggu sebelum kepergian Sindy, ia sempat berpesan kepadaku untuk di belikan boneka kucing. Dan aku berusaha membelikannya meski aku gak punya uang lagi karena tabunganku sudah habis untuk berobatnya Sindy saat oprasi”. Jawab Meli
“Kenapa kamu gak bilang ke kita Mel” Saut Ovi
“Saat di kampus aku berusaha mencari pinjeman uang ke teman-teman termasuk Nida, namun mereka tidak bisa bantu, dan aku bingung harus pinjem ke siapa lagi, hanya doa dan usaha sampingan aku berjualan yang tidak seberapa”. Jelas Meli
“Sabar Mel, semua pasti ada cerita islami penuh hikmah dibalik semua ini”. Kata Ovi
“Oya Mel, dengan penuh penyesalan dan kata maaf yang kami sampaikan, aku dan Teh Ovi berniat ingin membantu kamu memberikan ini, dan ini semua rencana Allah SWT Mel, waktu kemaren saya belum di kehendaki untuk memberikan ini dan saat inilah Allah baru menghendaki memberikan kamu ini”. Saut Nida sambil memberikan amplop berisikan uang.
“Udah Nid, jangan... kemaren aku pinjem untuk keperluan berobat dan membelikan Sindy Boneka Kucing”. Tolak Meli
“Ini adalah hikmahnya Mel, kamu bukan hanya temanku, melainkan sahabatku bahkan saudari semuslimku. Aku paham kamu Mel! Aku masih ingat kata-kata kamu beberapa hari yang lalu, kamu bilang kamu mau cuti kuliah karena tidak punya uang bayaran semester kan?.... Kamu gak perlu cuti kuliah Mel, kamu bisa pake uang ini untuk bayar semester kamu, lanjutkanlah kuliahmu”. Jelas Nida
Subhanallah mungkin ini rencana Allah SWT Mel, disisi lain kita tidak bisa membantu Sindy adikmu, namun ijinkan kami membantu kamu Meli. Terimalah uang ini untuk biaya kuliahmu. Tak usah kamu kembalikan lagi uang ini, kami Ikhlas memberikan untukmu”. Saut Ovi
“Terimakasih banyak Nida, Teh Ovi, kalian perempuan muslimah yang sangat peduli dengan sesama, semoga Allah SWT membalasnya dengan balasan yang lebih”. Kata Meli sambil memeluk Nida dan Ovi.

Kemudian mereka bertiga meninggalkan makam Sindy.

***

Seminggu sepeninggalan Sindy, Meli baru bisa menetralkan perasaannya sejak kepergian Adiknya. Ia mulai aktif di kampus dan semangatnya belajar ia pun sering mengikuti kajian Islami pemateri Ovi di kelas perempuan inspiratif.

Bersambung...
____
Semoga Cerita Islami Penuh Hikmah Boneka Kucing Untuk Sindy, memberikan manfaat bagi pembacanya. Termakasih telah membacanya!
Ikuti terus Cerita Islami Nida dan Ovi di episode berikutnya hanya di Cerita Dejau.

Tentang Penulis:
Nama: Khaelani
Alamat: Cirebon
Hobi: Penulis, Produksi Musik
Facebook: Muhammad Abdillah

Cerita Islami, Sosok Perempuan Muslimah Inspirasi

CERITA ISLAMI, SOSOK PEREMPUAN MUSLIMAH INSPIRASI
Penulis: Khaelani

Disepertiga malam sekitar pukul 03.00 WIB suasana langit tak seperti biasanya, begitu terang benderang dihiasi bintang dan rembulan menghiasi langit, sepertinya penduduk langit ikut bertasbih memuji nama Allah SWT.

Memulai cerita islami ini Seorang gadis cantik jelita terbangun dari tidurnya sambil memuji kebesaran Allah SWT, dan bersyukur hari ini ia masih bisa Tafakur di sepertiga malam ini. Ia tersungkur di sajadah kesayangannya, dan berdoa sambil menetaskan air mata. Betapa ia merasa penuh dengan dosa-dosa yang setiap hari ia lakukan yang terkadang dosa-dosa kecil yang tanpa ia sadari, hanya mengharapkan magfiroh (ampunan) dari Allah yang dapat menenagkan hatinya, bermodalkan keimanannya ia terus berdizikir sampai fajar tiba (Waktu Shalat Subuh). Hampir setiap hari ia lakukan jika tidak halangan.

Pagi, sekitar pukul 07.00 WIB gadis jelita itu mulai melangkah melakukan aktivitas kesehariannya. Ia seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah Jurusan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) di salah satu kampus Islam di kota Cirebon. Ia masih duduk di bangku kuliah semester 3, Namanya Nida Rakhmatul Ummah biasa di panggil Nida. Dalam cerita islami ini Ia gadis yang pandai sekali bernyanyi dan memainkan alat musik (Guitar). Ia pun pernah berprestasi juara lomba nyanyi sewilayah tiga Cirebon menjadi Juara pertama ketika masih di bangku SMA.

Tak lupa, kalau ia senang menyapa siapa saja di hadapannya dengan senyum manisnya, seperti menyihir pandangan setiap kali melihatnya. Sejak lahir memang ia di karuniai banyak kelebihan dan telah di takdirkan sebagai perempuan yang luar biasa dengan cerita islaminya dan banyak menginspirasi banyak orang terutama dikalangan para perempuan sebayanya. Ia senang sekali menghibur dan berabagi ilmu pada temannya yang kadang lagi galau, pusing karena tugas kuliah, bahkan sampai urusan tak punya uang, ia rela kalau uang tabungannya ia sedekahkan demi kepedulianya terhadap orang lain, bahkan seorang temanya bertanya kepadanya.
“Kenapa memberikan uang kamu Nida?, padahal itu uangmu cukup buat kamu sendiri”
“Saya senang membantu orang lain yang lebih membutuhkan dari pada saya, sekalipun saya yang gak punya uang” Jawab Nida.
“Bukannya, semampu kita aja ya kalau membantu orang lain? Kalau seperti kamu kesannya memaksakan diri lho”. Kata Temannya
“Disebutkan dalam hadis Nabi “Wallahu fi ‘aunil’abdi ma kanal’abdu fi ‘auni akhihi”, Allah tetap membantu hamba-Nya selama hamba itu tetap membantu saudaranya.” Jelas Nida
“Sebagai muslim, aku hanya ingin seperti yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan senantiasa bershalawat serta mengamalkan apa yang di perintahkan dan dilarang. Nabi SAW mengajarkan kita untuk ”Itsar” yaitu mendahulukan orang lain dalam urusan dunia”. Lanjut Nida
“Masya Allah Nida, kamu memang perempuan Islam masa kini yang jarang aku temui”. Puji Temannya.

Hampir setiap saat ia lakukan seperti ini, jika memang ia tidak cukup uangnya untuk menolong orang lain, ia sendiri pasti akan rela berusaha mencari uang tambahan.

***

Diceritakan dalam cerita islami pada pukul 14.00 WIB dirumah sederhana dengan Interior asli Rumah adat Jawa Barat, selepas pulang kuliah Nida seperti biasanya menemui gadis yang sama jelitanya, kakak tingkat diatas Nida, gadis ini adalah sosok yang banyak pula menginspirasi Nida selama ini dan menginspirasi banyak perempuan lain sebayanya. Seorang sahabat yang sudah menganggap satu sama lain adik kakak saudari kandung. Siti Ropiatul Munawaroh yang biasa disapa Ovi. Kesibukannya kuliah dan selalu berdakwah serta berbagi banyak ilmu, dan pula mencontohkan bagaiman seorang perempuan muslim hidup di jaman modern ini, smart, stylish dan syar’i.

Siapa saja yang melihatnya pasti sejuk hatinya dan merasa nyaman karena sosok yang tak banyak perempuan saat ini memiliki sifat pendakwah dengan mengajarkan CINTA dan menggambarkan begitu mudahnya orang menggambarkan cinta seperti yang di ajarkan Nabi SAW. Ovi sangat bangga dengan agamanya dan cinta kepada Rasulullah SAW lebih dari dirinya sendiri. Hampir setiap saat detik hatinya selalu bershalawat kepada Nabi SAW. Latar belakangnya Ovi di lahirkan dari keluarga yang totalitas hidup mereka dakwah dan mendedikasikannya untuk umat. Sejak kecil Ovi selalu di ceritakan cerita cerita islami terutama suritauladan manusia paling sempurna di dunia ini yaitu Rasulullah SAW oleh ayahnya yang ia panggil Abah dan ibunya yang ia panggil Ummi.

Saat ini ovi sama seperti Nida sebagai mahasiswi di kampus yang sama, namun Ovi mengambil Fakultas Tarbiyah Jurusan Tadris Agama Islam, semester 7 yang sekarang disibukan oleh tugas akhir yaitu skripsi.

***

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh” Salam Nida sambil mengetuk pintu
Wa’alaikumusalam Warohmatullahi Wabarokatuh, subhanallah cantik baru saja teteh mau telpon kamu suruh kesini” Kata Ovi sambil membuka pintu dan berjabat tangan ala perempuan (cipika cipiki)
“Kaya ga seperti biasanya teteh ini, kan pasti kalau sempet setelah pulang kuliah aku pasti main tempat teteh” Jawab Nida
“Silahkan masuk,...” Ajak Ovi
“Kalau mau minum biasa ambil aja di dapur, teteh tadi buatin minuman kesukaan kamu” Lanjut Ovi

Singkat cerita islami, sambil duduk santai mereka berdua berbincang:
“Seperti biasanya Teh cerita islami kali ini apa yang mau teteh ceritakan?” Tanya Nida
“Kali ini teteh lagi engga bisa cerita cerita islami dulu ya, lagi pusing skripsi dulu” Jawab Ovi
“Kalau gitu Teh aku mau minta tolong boleh engga?” Kata Nida
“Mau minta tolong apa cantik? Insya Allah kalau teteh bisa bantu pasti bantu”. Jawab Ovi
“Gini teh uang bulanan aku abis, mau pinjem uang buat nunggu kiriman dari papah semingguan lagi”.
“Lahh kemaren teteh udah kasih uang buat seminggu, kata kamu juga alesannya sama buat nunggu kiriman”. Kata Ovi
Astagfirullah, alesannya salah” Jelas Nida sambil tersipu malu
“Tuhh kamu seperti biasanya ya, kamu pasti mau pinjem uang ke teteh buat nolongin teman kamu lagi yang lagi butuh uang?”
“Iya gitu teh, temen aku meli masih inget engga teh yang waktu itu aku cerita adeknya meli dioprasi.
Meli perlu uang katanya buat biaya adiknya yang mau berobat cek up ke dokter, kasihan meli dan orang tuanya kekurangan uang, kemaren aku sudah minta papah buat kirim uang tambahan buat bantu meli tapi masih kurang”. Jelas Nida
“Kurang berapa lagi?” Kata Ovi
“Sekitar 500 ribuan teh”
“Tapi uangnya teteh ada di ATM, Yasudah sekalian nanti teteh minta anter ke toko buku, cari cerita cerita islami dan buku As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah, Muhawalah li Tahbiq Qawa’id Al-Muhadditsin fi Naqdi Riwayat As –Sirah An-Nabawiyah (Kitab Sejarah Nabi Muhammad SAW)”.
“Oke teh, makasih ya tetehku yang cantik dan baik hati”, Puji Nida

“Ohh.. iya teteh katanya mau telepon aku, engga seperti biasanya, ada apa sih teh” Lanjut Nida
“Ini Aa Ahmad katanya project kita yang waktu bikin video clip musik udah jadi, sekrang si Aa nya mau kesini mau ngasih file videonya” Jawab Ovi
“Owh iya tah teh? Alhamdulillah sekian lama kita nantikan akhirnya karya kita jadi juga” Sambil tersenyum dan memeluk Ovi tanda Nida sangat Bahagia.
“Iya, semoga dengan hasil karya kita lewat cerita islami dan video clip musik ini, saudara saudari kita menjadi lebih cinta lagi kepada Nabi Muhammad SAW” Tutur Ovi
Aamiin Ya Rabbal’alamin

Cerita Islami, Sosok Perempuan Muslimah Inspirasi

Tokk Tookk Tookk Suara pintu rumah terdengar.
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh” Suara dibalik pintu
Wa’alaikumusalam Warohmatullahi Wabarokatuh”, Jawab serentak
“Aku yang buka pintu teh” Kata Nida

“Oh.. Aa Deden, ada apa ya A?” Tanya Nida
“Ini ada titipan dari Kang Ahmad” Jawab Deden itu sambil menunjukan kotak kiriman berwana putih
“Terimakasih ya A, kenapa Aa Ahmadnya engga kesini?” Tanya Nida
“Ia sedang ada perlu katanya mau ketemu ustadznya, karana ngedadak disuruh cepat kesana. Terus pas mau berangkat di jalan ketemu saya suruh nganterin ini” Jelas Deden sambil memberikan kotak kiriman

“Kalau begitu, karena amanah saya sudah selesai, jadi langsung pamit aja ya” Lanjut Deden
“Iya A sekali lagi terimakasih ya”
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Wa’alaikumusalam Warohmatullahi Wabarokatuh”.

Selang beberapa menit sekitar pukul 15.00 WIB, terdengar kumandang adzan waktu pertanda shalat Asar tiba.

“Kita shalat Asar dulu yu baru kita liat file videonya” Kata Ovi

Shalat Asar telah mereka tunaikan kemudian mereka berdua membuka file videonya di leptop.

Singkatnya cerita islami ini, setelah melihat videonya.

Subhanallah seneng sekali rasanya teh punya karya seperti ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi banyak gadis muslimah di luar sana” Reaksi Nida setelah melihat videonya
“Yang terpenting kita berkarya tetap bisa beribadah, memuji dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga kan Ibadah, "Innallaha wa malaikatahu yusholluna 'alan nabi. Ya ayyuhalladziina amanu shollu 'alaihi wa salamu taslima", "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya"
(Al-Ahzab: 56)”. Jelas Ovi
“Iya teteh, semoga kita termasuk dalam gologan orang-orang yang selalu bershalawat kepada Nabi SAW”. Tutur Nida
Aamiin Ya Rabbal’alamin, oya sekarang yu kita siap-siap berangkat ke ATM dan beli buku” Kata Ovi

Kemudian mereka berdua bergegas berangkat ke ATM dekat kampus dan ke toko buku langganan di Kota.

Bersambung...
____
Mau lihat clip video Musik Ovi dan Nida disini
Ikuti terus cerita islami mereka berdua di episode di Cerita Dejavu berikutnya

Tentang Penulis:
Nama: Khaelani
Alamat: Cirebon
Hobi: Penulis, Produksi Musik
Facebook: Muhammad Abdillah
Karya Tulisan 2015:
- Cerita Islami: Berinteraksi dan Komunikasi Jual Beli Menurut Syara’
- Cerita Islami: Ketentuan Melihat Aurat Facebook Bagi Kaum Lelaki
- Cerita Islami: Diskusi Diserambi Masjid Bagaimana Mengagungkan Ilmu
- Cerita Islami: Luangkan Sejenak Waktu di Bumi Untuk Shalat
- Cerita Islami: Basahnya Mandi Wajib dan Perkara Yang Mengakibatkannya
- Cerita Islami: Pesan Sykeh Nurjati Kepada Sunan Gunung Jati
- Cerita Islami: Berkahnya Sepertiga Malam yang Menyandu
- Cerita Islami: Shalat Istikharah Petunjuk Bagi Orang Yang Bingung
- Cerita Islami: Keindahan Pulau Mangrove Losari Jawa Tengah
- Cerita Islami: Obat Penyembuh Hati dan Fungsi Tujuh Anggota
- Cerita Islami: Keutamaan Belajar al-Quran Dimasa Anak-Anak sampai Dewasa
- Cerita Islami: Pengarang Kitab Fathul Qarib Terkenang Sepanjang Masa

Cerita Cinta: Debu, Hati, Dan Partikel By Aulia Rahmah

CERITA CINTA; DEBU, HATI, DAN PARTIKEL
Penulis: Aulia Rahmah

Aku tidak mengerti. Kenapa orang-orang berpikir bahwa cinta itu indah hanya di awal saja? Bahwa cinta itu menyakitkan? Padahal yang aku rasakan tidak seperti yang mereka katakan. Aku tidak merasa sakit meskipun dia tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan, bahkan aku rasa dia tidak tahu kalau aku ini ada.

Seperti biasa aku selalu mengamati dia yang sedang bersenang-senang dengan imajinasinya dalam diam senyap. Matanya entah menerawang kemana, aku tak tahu. Rambut hitamnya yang indah melambai ditiup hembusan angin yang datang lewat jendela di hadapannya. Sepertinya Tuhan sedang tersenyum ketika menciptakan sosok itu. Lalu ia pun menyudahi aktivitas rutinnya itu, membuatku merasa kehilangan. Oh dear...

Jika aku sedang sendiri seperti saat ini, aku selalu teringat pada tingkah lakunya yang membuatku gemas. Caranya tertawa, kegemarannya untuk melamun, membaca, dan mendengarkan lagu-lagu cinta yang menjadi favoritku karena sering kudengar. I love all about her, trully madly deeply.

Hari sudah sore, bahkan sang surya sudah melambaikan tangannya dan berkata 'Sampai jumpa esok pagi' tapi dia belum pulang ke rumah. Tentu saja aku sangat mengkhawatirkannya, apakah ia baik-baik saja?

Pertanyaanku pun terjawab dengan kedatangannya yang sangat tiba-tiba itu. Aku terkejut bukan main ketika ia masuk kedalam kamarnya dalam keadaan menangis. Sungguh aku tidak tega melihatnya sesedih itu, dengan mata yang berlinang menumpahkan curahan hatinya dan suara tangisannya yang pilu mengiris hati.

Ada apa denganmu? Apa yang salah? Apakah ada orang yang telah menyakitimu? Banyak pertanyaan yang muncul di benakku. Ingin aku menghampirinya dan mengatakan 'Jangan bersedih lagi, ada aku disini' ataupun sekedar merengkuhnya dan menghapus air matanya. 

Jangan menangis lagi, cinta.
Cerita Cinta: Debu, Hati, Dan Partikel By Aulia Rahmah
Cerita Cinta: Debu, Hati, Dan Partikel By Aulia Rahmah

Cerita Lainnya:
- Kumpulan Cerita Cinta
- Kumpulan Cerita Sedih
- Kumpulan Cerita Romantis

Lalu terdengar suara tanda panggilan masuk di ponselnya. Seketika ia berhenti menangis dan mengangkat panggilan itu.

""Apa lagi, ro?"" Suaranya yang parau terdengar masam.

""......""

""Tapi kamu udah ngecewain aku ro, kamu it-""

""......""

""Yaudah kali ini aku maafin.""

""......""

""Iya. Love you too.""

Dan dari percakapan itu aku tahu bahwa dia sudah punya orang yang bisa disebut sebagai 'kekasihnya'. Aku sadar bahwa aku tidak mungkin dapat bersua dengannya. Tidak mungkin dia dapat mengenaliku sebagai orang yang pantas dicinta. Tidak mungkin. Karena aku tidak serupa dengannya. Aku tak punya apa yang disebut mata, hidung, tangan, kaki, bahkan hati yang orang bilang adalah tempat dimana cinta bersemayam. Seharusnya aku tidak bisa merasakan cinta apalagi patah hati, lalu kenapa sekarang aku dapat merasakannya? Ah, tuhan memang maha adil.

Dan pada akhirnya aku dapat menerima kalau aku hanya bisa mengawasinya dari sini, dengan pendirian tetap bahwa cinta itu tidak menyakitkan, yang ada hanya pilihan kita yang terkadang salah dan berakhir menyakitkan.

Di tempat yang diselimuti debu ini aku tersenyum dalam setiap partikel-ku. Aku bahagia meskipun hanya dapat melihatnya dalam diam, dan tak mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya sangat ingin ku katakan. Hanya suara dentingan yang ku keluarkan, menemani setiap detik yang kulantunkan di ruangan ini. Sebagai jam dinding yang menghiasi dinding kamarnya.

Tentang Penulis:
Nama: Aulia rahmah
Tempat tanggal lahir: Bogor, 18 Desember 1998
Status: Pelajar SMA
Alamat: Bogor barat

FANSPAGE