Cerita Cinta: No More By Niswatin Amalia

CERITA CINTA: NO MORE
Penulis: Niswatin Amalia

Sewaktu kau bertanya “apakah kau mau menjadi pacar ku?”. “uhuukks” Aku tak kuasa menahan tawa ku mengingat betapa lucu nya sikap mu kala itu, aku hanya menggeleng lalu mendongak kan wajah ku ke paparan luar lapangan untuk sekedar melihat pesona idola ku. Bisa ku lihat wajah manis mu tiba-tiba langsung mempoutkan bibir cemberut dan segera bertanya alasan ku menolak mu. “kenapa enggak mau” aku hanya terseyum lalu dengan segera menjelaskan bahwa kita bersahabat dan mustahil jika itu menjadi cinta. “Jika kau merasakan hal yang beda, disaat itu mungkin saja kamu menyayangi ku karna kita berteman” ucap ku. Namun seiring waktu berjalan... ku bisa dengan tulus merasakan debaran saat bersama mu, aku takut. Aku takut jika aku bisa karma atas ucapan ku saat itu. Apa mungkin aku merasakan hal yang sama saat kau mencoba menyatakan cinta untuk ku. Setiap hari aku bertanya pada gelapnya malam. Bertanya dengan sahabat ku apakah ini cinta. Saat kau mencoba menggenggam erat tangan kiri ku, aku hanya bisa menolak halus tanpa menyadari bahwa jantung ku merespon dengan beda. Dan mulai saat itu lah aku baru menyadari sesungguh nya aku memang mencintai mu. Tapi bagaimana dengan idola ku? Dia, kakak kelas yang selama ini ku kagumi sekaligus ku incar di setiap hari nya, apakah aku harus mengakui bahwa ia bukan cinta sejati ku, tapi dia. Sahabat dekat ku? 

Sampai waktu tiba. Waktu dimana aku menyadari letak kesalahan ku, letak kekhawatiran ku. Letak di saat aku telah merasa nyaman saat bersama ku, namun cinta datang terlambat. Ternyata kau merubah sikap mu, sikap yang selama ini tak pernah ku bayangkan, mengacuhkan ku dan bahkan lupa ucapakan mu yang selalu ku ingat, kau pergi dengan nya, bersama nya, tapi disini aku akan tetap bertahan walau terkadang aku menyadari posisi ku dan ada waktunya aku memang benar-benar pergi meninggalkan mu... 

Sinopsis :
 Cinta adalah seorang gadis berpostur mungil dan imut, walau tergolong cewek yang tidak populer di sekolah nya, terkadang dalam diam banyak laki-laki yang menyukai nya. Wajah nya yang dingin dan menyejukkan jiwa, dengan senyum merekah yang selalu ia lontarkan kepada siapa pun mampu membuat Niki temen sekelas nya diam-diam menyimpan perasaan pada nya, kala itu Cinta sedang giat-giat nya menyukai kakak kelas bernama Vian, bukan hanya tampan si kakak juga jago main basket, dengan banyak penggemar cewek, Cinta tak gentar dan terus mengejar si kakak, walau akhirnya ia tahu orang yang selama ini selalu di samping nya adalah Niki bukan Vian, namun ada gejolak dilema menghujam hati nya, memilih Vian yang jelas-jelas tak mencintai nya atau menerima Niki sahabat nya yang sudah dimiliki orang lain. Putus asa sempat ia rasakan, sampai akhirnya ia tahu bahwa karma dalam cinta berlaku untuk nya. Dengan bantuan sahabat nya karin dan Raka, ia mencoba tegar walau akhirnya ia terjatuh juga, walau lamanya waktu ia bisa berhenti mencintai Niki, tetap saja Niki selalu menjadi bayang-banyang gelapnya dan tak akan pernah hilang, sampai detik ini. Karna cinta yang ia rasa bukan lah cinta biasa~

At School ( the first day)
‘kring! Kring! Kring!’ bel masuk sudah berbunyi, dengan kencang Cinta melancarkan aksi lari nya bagaikan atlet pelari sungguhan. Dengan napas yang sempoyongan ia sampai di kelas dengan selamat dan bahkan belum telat, karna waktu masih tersisa 5 menit saat guru masuk jam pelajaran pertama. “selamat , selamat” ucap nya dan mengelus dada dengan sedikit napas yang masih ngos-ngosan. 
“Cinta, kamu tumben telat, mos kemarin kamu cepet banget masuk” tanya Karin teman sebangku nya heran.
“Ada insiden kecil yang tak bisa ku jelaskan” jawab Cinta masih dengan jantung yang berdebar.
“insiden apa?” tanya Karin semakin heran dan keponya.
“ini aib lho” ucap Cinta bicara tanpa memandang Karin karna sibuk mengeluarkan buku matematika nya di dalam tas.
“aib apaan?” Karin semakin ingin tahu. Di bisikkan nya karin dengan cepat, “aku lupa hidupin jam bekker ku, jadi nya telat bangun, eh malah mimpi yang enggak-enggak, dan aku ngompol” ucap Cinta pelan sambil menahan malu di wajah nya. “bwahaahah” Karin tertawa lumayan kencang dengan cepat membekap mulut nya yang sudah membuat teman-teman di sekeliling nya melihat tingkah konyol nya itu. Dengan satu tepukan jidat, Cinta bergumam pelan sambil mengabil jari kelingking Karin yang ia pautkan di kelingking nya. “janji ini rahasia kita berdua lho” keduanya tertawa dan dan tersenyum, mengingat jam pelajaran sudah di mulai keduanya fokus dan memperhatikan Bu Amira yang sedang menjelaskan pelajaran Metematika dengan khusuk. 
*** 

Cinta masih fokus dengan Novel yang ia baca, tanpa menghiraukan orang disekeliling nya ia masih tetap fokus walau banyak nya teman-teman yang lalu lalang sekaligus berisik terus saja sedikit mengusik pikiran nya. Dengan wajah dingin cewek itu tetap pada pendirian nya, walau terkadang ia bosan mendengar deruan ocehan teman-teman cowok nya yang sibuk bermain bola kaki di dalam kelas. Dasar gila! Sinting! Edan!. Sela nya dalam hati, “masak main bola di kelas, kalau mau main ya dilapangan dong” gumam nya lagi berbicara dengan nada yang pelan sehingga tak menimbulkan suara yang berarti. Suara teman-teman cewek nya pun tak kalah hebat, ada yang lebay-lebay minta perhatian dan terus saja menggoda cowok manis, menjulang tinggi bagaikan menara effiel menurut Cinta karna ia mesti mati-matian mendongak ke atas jika harus berurusan dengan cowok itu, Niki nama nya. Walau banyak cewek yang mengidolakannya di dalam kelas maupun di luar kelas, tapi tidak dengan Cinta, cinta menganggap itu persetan soal Cinta pada pandangan pertama, ia merasa biasa-biasa saja dengan Niki, malah ia sangat geram terhadap cowok itu. “apa istimewa nya sih dia itu, gantengan juga ayah ku dirumah” sela nya sambil terkikik kecil saat-saat paragraf terakhir novel yang ia baca hampir selesai. Selesai! Ia bergeram kencang sambil menguap lebar, mata nya sedikit perih karna harus berhadapan dengan tulisan yang sebegitu banyak nya dan tebal. Berpapasan dengan selesai nya ia membaca novel, bel masuk pun berbunyi. Ia menghela napas panjang dan melihat karin menghampiri kursi mereka dengan es jeruk di tangan nya. 
“ini buat kamu ca” kata karin sambil menyodorkan minuman segar di hadapan Cinta.
“thanks Rin, ngomong-ngomong kemarin kita ada tugas Ips buat keliping?” tanya Cinta sambil menyeruput es jeruk nya kencang dan sampai habis.
“keliatan haus banget yah, maaf telat bawa nya tadi. Aku ke perpus dulu. Tugas Ips itu, lusa udah di kumpul Ca” gumam karin sambil berpangku dagu nya di atas meja.
“hu’um haus banget! Ehh-buset lusa udah di kumpul, mati aku Rin. Aku belum ngerjain” timpal Cinta dan duduk dengan gelisah di bangku sesekali menampar-nampar lengan Karin pelan. 

“ngerjain bareng aku aja, aku juga belum kok” Cinta menghembuskan nafas lega nya sambil tersenyum. “akhirnya punya temen seperjuangan” ucap nya lalu beranjak dar kursi nya untuk membuang kantong plastik sisa es jerut nya yang sudah habis tadi ke tong sampah. Ketika keluar, seperti biasa suasana tampak ramai dengan siswa yang lalu lalang keluar masuk kelas karna gak ada jam pelajaran. Mungkin guru-guru emang lagi pada rapat sehingga para siswa dengan leluasanya berjalan di area depan kelas. Sekelebat penampakan yang tak henti nya membuat Cinta dengan ragu membalikkan kepala nya menghadap si penampakan yang di duga-duga mampu membuat nya tertarik. Kakak kelas tampan, manis dengan postur yang lumayan menurut nya. Sedang lari-lari sambil mengoper bola basket dengan semangat nya! Dengan yel-yel dan teriakan yang terus memuja nya, Cinta yakin kakak yang membuat nya tertarik kali ini adalah sosok yang populer di sekolah nya, cewek-cewek terus saja berteriak saat ia mulai sukses memasukkan bola ke jaring. Cinta ikut tersenyum melihat nya membayangkan betapa keren nya kakak kelas itu jika nanti jadi pacar nya.

“eh ngaco! Menghayal kok tinggi-tinggi, nanti kalo aku jatuh sakit nya tuh disini” Cinta bergumam sendiri sambil menirukan gaya-gaya anak alay jaman sekarang, dengan terkik kecil ia lalu berbalik badan dan berniat untuk balik ke kelas nya. Berpapasan dengan Niki teman sekelas nya, keduanya tak sengaja bertatapan tajam meningat Cinta begitu sangat membenci Niki, Niki pun hanya membalasnya dengan senyuman. Cuihh! Sok senyum! Desir Cinta dalam hati. Ia akhirnya berjalan cepat sebelum Niki dapat membaca pikiran nya. 
*** 
Tak terasa waktu begitu cepat berputar, masa SMA yang indah untuk di lupakan. Kini tak terasa Cinta sudah merasakan 6 bulan terakhir belajar di SMA harapan bangsa. Ia berbaring malas di kasurnya, mengingat bahwa waktu tak dapat di tebak dan diremehkan begitu saja. Rasanya 6 bulan itu baru 1 hari ia lewati. Namun dengan semangat yang membara Cinta yakin semua nya akan baik-baik saja dan ia siap melewati apapun yang terjadi dengan dirinya dan juga hatinya. 
*** 

Cerita Cinta: No More By Niswatin Amalia

Cerita Cinta Lainnya: Kumpulan Cerita Cinta

Jam dinding pink bermotif kupu-kupu merangkai indah di dinding kamar nya, jam menunjukkan pukul 10 malam lewat. Biasanya ia akan tertidur pulas di saat jam begini, namun ia bingung dengan hati nya. Nama seseorang terus saja melintas dipikiran nya. Vian! Vian, dengan merdunya nama itu bersenandung sendiri di benak nya. “huuhh! Ada apa sih dengan pikiran ku, kenapa mendadak enggak bisa tidur begini, kalo ingat kak Vian masukin bola basket ke jaring waktu itu” ia terus meronta-ronta di kasur nya. Ia mencoba memejamkan mata nya pelan dan menghembus napas panjang. Berdoa dalam hati supaya tidur nya nyenyak dan mimpi yang indah. 1 jam kemudian, baru ia bisa benar-benar dengan tenang nya membenamkan mata nya dengan pelan. Walau hati nya terus berteriak kak Vian, tapi mata nya terasa berat dan akhirnya tertidur pulas...

“aaaahhhaahh” Cinta berteriak kencang saat meyadari hari sudah pukul 6 lewat 15 menit. Ia segera meloncat dengan cepat di atas kasur nya menuju kamar mandi. Ia terus saja mengoceh tak jelas dan menyalahi ibu nya yang tak membangunkannya. Selesai mandi Cinta dengan cepat menyelami ibu nya dan tak sempat sarapan. “udah telat bu! Caca makan di kantin aja” sela nya dan berlari menuju teras rumah. 

‘Tin! Tin! Tin!’ deruan suara klakson terdengar di depan pagar rumah nya, Cinta yang melakukan aktivitas memakai sepatu, harus mendongak ke depan untuk melihat siapa yang bertamu sepagi ini. “Niki” ucap nya setengah berteriak dan kaget. Dengan cepat di ambil nya tas dan juga berlari pelan menghampiri sang pengendara motor dengan helm yang menutupi kepalanya. “berangkat yuk! Biar ku antar, hari ini special edision buat jemput si mungil” dengan senang Cinta menganggung pelan, untung kali ini Niki berbaik hati untuk menjemput nya dan menjadi penyelamat atas keterlambatannya. Di perjalanan Cinta hanya berdiam diri tanpa berani memulai pembicaran, ia terlihat gugup! Dulu ia memang sempat membenci Niki dengan alasan yang tak logis, kini entah mengapa seiring berjalannya waktu rasa benci itu mulai mencair keluar di hatinya. Niki yang selalu berbaik hati tersenyum dan juga ingin dekat dengan nya, membuat Cinta tak mempunyai alasan untuk membenci cowok semanis Niki. Walau ia tetap mengakui Niki tak ada bandingan nya dengan Vian. 

“pegang yang kenceng, kalok jatuh aku bisa di tuduh ngelukain anak orang” dengan pasrah Cinta mengikuti gerak tangan Niki yang menarik tangan nya untuk melingkari pinggang Niki dengan kencang. Cinta semakin bingung di buat nya. Ok. Aku gak mungkin cinlok lah! Desir nya dalam hati. 
*** 

Cinta terus terpingkal sesekali memegangi perut nya yang sakit karna tertawa, hari ini wali kelas mereka memberi tahu jam belajar yang tak efektif karna guru-guru banyak yang pelatihan, dan otomatis mereka enggak belajar sama sekali. Cinta dan Karin malah kumpul-kumpul gak jelas dengan teman cowok di kelas mereka. Niki, Raka, Randy dan Chiko terus menggoda Cinta sesekali membawa-bawa nama kak Vian untuk menertawai nya. Ada rasa yang beda, Niki dengan cuek nya tak menanggapi omongan Raka yang terus menggoda Cinta dengan kak Vian. Ada rasa cemburu membakar hati nya, rasa yang tak ia ingin dengarkan. Dengan geram dan wajah yang datar. Ia berangkat dari bangku nya dan hendak berjalan keluar. Semua nya tertawa bersamaan, saat melihat Niki ingin pergi semua nya terdiam. Cinta yang melihat Niki memendam merah di wajah nya, dengan cepat menarik tangan Niki dan berbalik menghadap Niki. 

Mata itu ... aku gak sanggup! Niki berucap di dalam hati sambil memandang raut wajah Cinta yang kebingungan melihat tingkah aneh nya. 

“kamu mau kemana?” tanya Cinta dengan mata yang berbinar menatap Niki dengan acuhnya memalingkan wajah menghadap sisi lain.
“kamu marah sama aku!” tanya nya lagi yang tak di jawab Niki. Namun dengan berat Niki memalingkan lagi wajah nya menghadap mata yang berbinar itu. “gak marah kok! Keluar sebentar buat cari angin segar, mau ikut!” Niki tersenyum lembut, Cinta mengangguk pelan menyetujui ajakan Niki. Mereka berjalan berdampingan keluar kelas.
“temen kita yang satu itu(Niki) lagi kasmaran sama si Cinta kayak nya” tuduh Chiko sambil mengeritkan kening. Karin, Randy, dan Raka hanya tersenyum melihat nya...
***

“emang udah suka banget sama kak Vian?” Niki membuka percakapan untuk keduanya, Cinta hanya memandang lalu tersenyum mendengar nya.
“iaa.. kalok aku suka emang nya kenapa?” Cinta balik bertanya sambil menunjuk bangku taman di belakang sekolah untuk di duduki keduanya. 
“kalok aku cemburu gimana?” Niki balik bertanya dan sukses membuat Cinta membulatkan mata bundar nya kaget, sambil menahan tawa Cinta terus saja memukuli lengah Niki dengan manja.
“jangan suka bercanda deh! Ginini gara-gara sering ngelawak di kelas, jadi di bawa-bawa kalok ngobrol sama aku” Niki menampakkan wajah datar nya dan cemberut. Lalu ia tersenyum dan sesekali mengusap harus rambut Cinta dengan perasaan. 

Nanti ada saat nya kamu tahu perasaan ku Ca! desir Niki dalam hati. Lalu segera menarik tangan Cinta untuk balik dan menuju kelas!
*** 

Seperti biasa kegiatan di kala itu tak berhenti sebentar. Niki dengan semangat nya menjemput atau sekedar mengantar Cinta untuk pergi dan pulang sekolah, keduanya banyak menghabiskan waktu bersama sebagai sahabat. Niki lebih terlihat senang dari biasa nya, bersama Karin dan Raka mereka kadang jalan bareng, walau Cinta lebih terbilang tak perduli dengan kesenangan itu. Ia masih tetap menantikan first love nya kak Vian. Ia menganggap tak lebih dengan Niki, ia hanya ingin satu orang yang ia harapkan, laki-laki keren yang tak tahu menyukai nya atau tidak. Terkadang juga ia memaklumi kesenjangan Niki pada nya, ia menganggap itu lumrah untuk seorang sahabat. 

Pagi itu terlihat asyik-asyik saja di sekolah, pelajaran pertama mereka lewati dengan biasa nya, namun kali ini ada yang beda. Pada siswa banyak yang berpindah-pindah tempat duduk, begitu juga dengan Cinta. dengan terpaksa ia melakukan keinginan Karin untuk duduk berbarisan dengan Raka dan Juga Niki. “Rin, kenapa harus pindah-pindah sih, aku jadi gak bisa liatin kak Vian main basket tahu” Cinta merengek dan terus cemberut. Dengan tangan yang dilipatkan ke perut nya, ia membolakkan mata bulatnya kearah lain setelah Karin tak merespon keluhannya. “dasar nyebelin!” ucap nya lagi dan lebih memilih untuk mengisi tugas biologi yang tertera di papan tulis, karna hari ini Bu mita gak dateng jadi mereka di kasih tugas buat mencatat. Niki menghampiri bangku Cinta dan menyeret bangku nya untuk duduk bersebelahan dengan Cinta. 

“kenapa cemberut! Cantik nya ilang lho” Rayu Niki yang seketika mencairkan suasana. Cinta tertawa lepas dan kembali menatap papan tulis di depannya dengan saksama. Merasa di perhatikan, Cinta menghentikan kan aktivitas menulis nya dan berbalik melihat Niki yang memperhatikannya. “kenapa liatin aku segitu nya, ada upil yang nempel?” tanya Cinta dengan polos sambil memegangi kedua pipinya dengan kedua telapak tangan nya. 
“ehh! Enggak kok. Akuu...” 
“apa?” Cinta bertanya sambil membaringkan kepala nya miring menghadap Niki yang kebingungan mencari alasan. 
“apakah kamu mau jadi pacar ku?” dengan cepat Cinta mengangkat kepalanya dan bengong seketika.
“uhukkss, apa aku gak salah denger” sela Cinta tersedak pelan mendengar penuturan Niki yang mengejutkan dirinya. Melihat wajah Niki yang memerah, Cinta tertawa pelan sambil memukul-mukuli keningnya dengan ujung pulpen. “aku gak abis pikir sama kamu Niki” kata nya sambil tertawa pelan kembali. 
“kenapa? Gak mau” tanya Niki dan membuat Cinta menghentikan aktivitas tawa nya.
“jika kamu merasakan hal yang beda, disaat itu mungkin saja kau menyayangi ku karna kita teman”
“ini beda Ca, jangan bilang kamu masih ngarepin kak Vian yang gak sama sekali tahu kamu” wajah Niki memerah mendengar ucapan Cinta, bukan karna malu tapi karan kobaran marah menyentuh dadanya. Ia menarik napas panjang lalu menggenggam tangan kiri cewek mungil yang menunduk kecewa itu. 
“aku suka kamu Ca, aku pengen kita jadian. Aku gak mau terus-terusan Cuma dianggap sebagai sahabat kamu ca. Aku Cuma pengen bersama mu, itu saja” Niki tak ingin mengeluarkan air mata nya dengan manja, ia menahan bening hangat itu untuk tidak keluar, tak ingin Cinta tau kelemahan nya atas nama cinta yang ia rasakan. 
“aku sayang kamu, karna kita bersahabat Niki. Aku gak mungkin ngelakuin itu, karna aku suka sama kak Vian” air mata mulai jatuh di pipi manis nan halus milik Cinta. Ia menatap mata redup milik Niki, tak sanggup mengalihkannya, mata redup itu terlanjur kecewa karna nya.
“maafin aku” gumam nya lagi dan mengusap air matanya dengan pelan, kemudian ia beranjak dari kursi yang ia duduki. Meninggalkan kedua mata redup yang lemah itu, Niki hany adapat tersenyum pahit mendengar dirinya ditolak hanya dengan laki-laki pemain basket itu, Cinta gak tahu kalok kak Vian sudah memiliki kekasih dan malah tak pernah memikirkannya, Niki lah yang selalu ada untuknya bukan kak Vian, tapi kenapa Cinta malah dengan mudahnya menyebut kalau dia lebih mencintai kaka Vian ketimbang Niki. 

Aku menyerah Ca, jangan menyesal di saat aku enggak ada nanti! Dengan amarah yang membanjiri denyut nadi nya, Niki keluar berniat ingin keluar kelas atau bolos dan apalah itu untuk menenangkan pikiran nya. Ia berjalan dan melewati Cinta yang menatap nya penuh dengan minta maaf dengan lajunya, tanpa melihat kearah Cinta ia memalingkan mata nya menatap kedepan dan melangkah untuk memulai yang baru, dan bisa mencintainya dengan tulus. Melihat itu, tiba-tiba ada rasa bersalah menghujam dada Cinta. Ia memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja pusing saat melihat tingkah Niki yang berubah hanya Cinta menolaknya dengan halus. Kayak anak kecil! Di tolak malah benci! “Semua cowok itu emang egois yah” Cinta bergeram marah dan membenamkan wajah nya diantara tangannya dan menunduk menyentuh meja. “persahabat ku tak semulus yang aku harapkan” ....
*** 

3 bulan sudah waktu berlalu, Cinta masih dengan setia nya mengharapkan rasa suka nya di balas oleh kak Vian. Akhir-akhir ini ia lebih sering merasakan pusing dan sesak melanda tubuhnya. Terkadang saat mengingat Niki mengacuhkan nya, rasa sakit itu menjulur keluar begitu saja di dadanya. Senyum pun tidak, apalagi sekedar menyapa dirinya seperti dulu. Tak ada lagi yang ingin menjemput nya atau mengantarkannya pulang, mengingatkan nya untuk memegang pinggang Niki agar tidak terjatuh. Menghiburnya di saat sedih. Perasaan rindu itu baru ia sadari bahwa ternyata ia memang benar menyayangi cowok jangkung itu. 

“apa ini karma?” ia bergeram frustasi dan mencoret-coret buku catatannya dengan geram. Sesekali ia merasa ingin menangis dan berteriak sekencang-kencang nya, untuk mendapat kesempatan kedua itu. Kesempatan untuk bersama cowok yang selama ini mencintainya dengan tulus. “aku kangen kamu Nik” ia menahan sakit itu untuk kesekian kalinya. Karin yang semakin khawatir akhir-akhir ini melihat Cinta sering murung dan kadang mata nya sedikit berair, saat ditanyakan jawaban Cinta pun selalu sama. “kamu kenapa Ca, cerita sama aku” ucap Karin sambil memegang pundak sahabatnya. “aku gak apa-apa kok Rin” jawab Cinta dengan senyum terpaksa. 

Baru mengetahui jika Cinta nya memang tak di balas kak Vian. Cinta semakin frustasi saja, ternyata kak Vian telah lama menjalin hubungan dengan teman sekelas kak Vian sendiri. Ia menyesal atas perkataannya kala itu. “kenapa aku bodoh! Merelakan orang yang menyayangi ku dengan orang yang jelas-jelas telah mengacuhkan ku” itu selalu saja jadi pemberat langkah nya saat hendak pergi kesekolah. Ia tak tahan jika harus bertemu dengan kedua mata redup itu lagi, saat mereka tak sengaja bertatapan. Cinta selalu memberi senyum terbaik nya kepada Niki. Namun cowok itu tak bergeming, ia malah mengalihkan mata itu menghadap kelain. Denga berat hati, Cinta memang harus merelakan yang telah terjadi, semua nya memang telah berubah. Niki memiliki tambatan hati nya yang baru, dan Cinta tak ingin mengusik hal itu lagi! 
*** 

“Niki tungggu!” Cinta berlari menghampiri cowok setinggi menara efiel itu dengan tertatih dan nafas yang ngos-ngosan. Niki dengan cepat menghadap ke sumber suara, begitu melihat Cinta ingin menghampirinya, dadanya kembali sesak dan sakit. Mata berbinar itu benar-bena telah membuat nya tak sangkup berdiri. Selama ia menjauh dari Cinta, ia sudah bisa sedikit bernapas lega dan melupakan cewek itu. Sekarang ia harus berurusan lagi dengan cewek yang telah membuat hati nya berkeping jadi dua. 
“kenapa” jawab nya dingin. Hawa dingin itu pun cukup dirasakan Cinta, ia malah ingin mengurungkan niat nya untuk berbicara kepada Niki. Ia takut jika nanti Niki akan membalaskan dendam kepadanya dan memebenci nya.
“kamuu ... kamu akhir-akhir ini kenapa! Ada yang salah dengan ku Nik hingga kamu menjauh dari ku” Benih keristal itu jatuh dengan sendirinya. Melihat itu sungguh Niki tak tega dan malah merasa bersalah membuat Cinta tertekan dengan perubahan sikapnya.
“aku harus move on dari kamu Ca. Jadi, jangan ganggu aku lagi” Niki menelan ludah pahit mendengar omongan nya sendiri. Dengan cepat ia melangkah pergi meninggal kan Cinta yang masih terisak disana. Dan baru tahulah Cinta, ternyata selama ini ia Mencintai Niki. Perasaan yang baru ia dapat dari menangis beberapa hari ini, perasaan yang selalu menyesakan dadanya ketika melihat Niki bersama dengan wanita lain, Cinta ditolak itu emang gak enak. 
***

1 tahun sudah Cinta genap menginjakkan kaki nya di SMA harapan bangsa ini. Dengan haru Cinta harus meninggalkan teman-teman sekelas nya yang sudah baik kepadanya. Tak terkecuali Niki merupakan mantan sahabat nya yang sudah memiliki kekasih. Dengan senyum yang terus terukir di wajah nya, ia ikhlas melepas Niki dengan seorang yang Niki sayangi sekarang. Walau ia telah berjanji pada hatinya dan juga Karin untuk segera mencari cinta yang baru, terkadang bayang-bayang Niki masih terngiang bebas di pikiran nya. Walau sudah Ada kevin teman dekatnya yang memberi perhatian lebih padanya, tetap saja ia masih sering mencuri pandang pada Niki. Seakan mulut nya berkata ia bisa untuk meningggalkan Niki, tapi hati nya berkata tidak untuk menghilangkan Niki begitu saja. 
“kamu bisa jadi yang special kan untuk ku” gumam kevin sambil melingkarkan lengan nya di lengan Cinta. 

“doakan saja supaya aku bisa” balas Cinta sambil tertawa. Ia yakin dengan dekat dengan seseorang lagi , maka sepenuhnya ia bisa merelakan Niki dan melupakannya. Walau terbilang berat tapi Cinta yakin, kali ini ia bisa melupakannya Niki, tanpa harus membencinya... karna cinta rasa sayang yang tulus mana mungkin bisa tergoreskan hanya dengan tak saling bersama. 

~THE END~

Tentang Penulis:
Nama : Niswatin Amalia
TTL : Pangkal pinang, Bangka. 12 maret 2000
Minat : menulis cerpen, puisi dan sedang berusaha untuk membuat novel
facebook : Niswatin Amalia

Cerita Remaja: Apalah Arti Hubungan 5 Tahun Ini By Icha

CERITA REMAJA: APALAH ARTI HUBUNGAN 5 TAHUN INI 
Penulis: Icha

Sudah 5 tahun 8 bulan lebih aku menjalin hubungan sama dia ,panggil saja dia Riko . Hubungan ini memang cukup lama bahkan bertahun-tahun kita jalani hidup ini bersama ,canda tawa ,susah senang ,suka duka ,panas hujan kita lalui bersama bahkan kalo ada tugas pun aku minta dia yang mengerjakan . Dia orangnya baik ,perhatian ,pengertian ,penyayang ,selalu ada disaat aku butuh . Beda dengan sekarang akhir-akhir ini sikap dia berubah menjadi sibuk sendiri sibuk dengan urusannya sibuk dengan hobinya yang menjadi joki atau semacam balapan motor itu .

Sudah 1 bulan komunikasi kita gak lancar dan gak ketemu sama sekali ,kamu berubah kamu lebih mentingin hobi dibanding aku . Aku gak minta banyak sama kamu aku cuma pengen kamu ngasih kabar sebelum kamu benerin motor buat kamu balap atau sebelum kamu sibuk ,aku gak minta banyak waktu buat kamu sms aku ,aku cuma minta 5 menit ajah kamu sms aku dan bilang kalo aku mau ini itu dulu ya nanti aku sms ,itu udah cukup apa susahnya ,kamu cuma sms itu bahkan gak lebih dari waktu 5 menit 3 menit pun cukup . Aku pengen kamu yang dulu Riko kita ngerjain tugas bareng ,kita ketemu canda tawa bareng malam mingguan bareng ,tapi kamu apa kamu cuma mikirin hobi kamu hidup kamu ,kamu egois Riko Apa artinya aku hidup di bagian hidup kamu anggap apa aku ini seakan-akan hobi itu segalanya buat kamu.

Bahkan aku sempat mikir aku pacar kamu sakit ajah kamu gak perhatian jangankan perhatian kamu nanya ajah engga tau ajah engga ,tapi itu hobi kamu motor kalo kamu jatuh pas balapan motor itu rusak kamu benerin apa yang rusak kamu beli benda apa yang harus di ganti kamu sayang-sayang ,tapi aku apa sebagai pacar kamu ? Siapa orang yang nemenin kamu di saat kamu jatuh dari kendaraan sampe kepala kamu terbentur trotoar ,pas kamu kena masalah sama polisi karena tauran ,pas kamu sedih ,pas kamu dituduh orang , siapa yang nemenin kamu ,datang ke siapa kamu hahhh jawab (sambil menahan air mata membasahi pipi) ke AKU Riko padahal waktu itu kamu pas jatuh di kendaraan dan berurusan sama polisi kamu sedang menjalin hubungan sama orang lain bukan aku karena waktu itu kita udah putus . Tapi kenapa kamu datang sama aku kamu ceritain semuanya yang ngebuat aku gak tega ngebiarin kamu ngehadapin ini semua sendiri . Sementara dia pacar kamu Riska yang teman aku juga walaupun gak dekat apa dia tau soal ini engga ,apa peran dia ? apa cuma sebagai pajangan status ajah tanpa tau kegiatan kamu apa masalah kamu apa ,aku waktu itu cuma sebagai mantan kamu masa lalu kamu ,kenapa kamu datang dan cerita sama aku semuanya .

Dan sekarang setelah kita balikan ,dan kamu putus dari Riska kita bahagia setelah adanya pihak ketiga di hubungan kita . Kita jalani bareng-bareng ,bahagia karena kita tau dengan adanya tamu atau pihak ke3 di hubungan kita itu mengajarkan kita apa arti cinta apa arti hidup . Aku jalanin hari-hari bersama dia ,kita sering main dia menjemput aku kerja kelompok di rumah temen walaupun kita pulang ujan-ujanan tapi aku rela ngelakuin itu buat aku . Tapi mana kamu yang dulu Riko yang penyayang ,perhatian ,selalu ada ,pengertian ngebantuin tugas aku ,tapi sekarang sikap kamu bertolak belakang kamu sibuk dengan urusan kamu hobi kamu . Aku coba ngertiin ,aku coba buat sabar nunggu kabar ataupun sms dari kamu atau perubahan sikap kamu bahkan waktu kamu buat aku ,jangankan itu sms ajah kamu jarang . Harusnya kamu mikir gak gampang ngejalanin hubungan selama bertahun-tahun kaya gini walaupun pernah putus nyambung ,gak gampang ngejaga hubungan sejauh ini . Apa arti 5 tahun 8 bulan lebih ini bagi kamu Riko apa ?

Cerita Remaja: Apalah Arti Hubungan 5 Tahun Ini By Icha

Cerita Remaja Lainnya: Kumpulan Cerita Remaja

Tepatnya anniversary 5 tahun kita ,kita ber2 sampe-sampe lupa gak inget dan saling ngucapin pas sore gak tau malem . Ada apa sama hubungan kita ini Riko kenapa jadi kaya gini ,biasanya kita gak pernah telat buat saling ngucapin hari jadi kita . Setelah seminggu dari tanggal anniversary kita aku mutusin kita putus ajah gak ada gunanya aku mempertahanin hubungan sendirian buat apa hubungan dengan situasi gini dipertahanin cuma akan nyakitin satu sama lain . Kamu sempat bilang gak mau tapi aku maaf keputusan aku sudah bulat ,aku pikir hidup cuma sekali terlalu singkat kalo aku habisin waktu aku dengan nangis sakit hati sama orang yang gak pernah peduli sama aku ,aku pikir masih banyak di luar sana yang lebih baik . Benar kata sahabat temen-temenku ataupun mamah aku sendiri mereka sebelumnya sempat bilang “buat apa pertahanin orang yang gak peduli sama kita ,yang buat kamu nangis terus lebih baik dilepas gak pantes buat kamu” tapi aku hanya menjawab dengan senyuman dan bilang “kalian gak tau rasanya gimana ,apalagi udah bertahun-tahun gini” (ucapku dalam hati) . Dulu mamah suka sama Riko tapi semenjak aku putus ,mamah liat aku nangis dan aku ceritain semua ke mamah bahwa sempat ada orang ke 3 di hubungan kita dan dia sibuk sendiri ,semenjak itu mamah langsung gak suka ,mungkin karena melihat anak perempuannya nangis .

Semenjak putus kita lost kontek . Aku bikin status di facebook tentang dia ,dia respon dengan hadir jempol (like) dan langsung ngeinbox dan bilang “ aku masih disini untuk setia” kata- kata itu bikin hati meleleh dan seneng ternyata dia masih sayang dan berharap hubungan ini . Akhirnya kita smsan seperti biasa dia minta balikan tapi gimana dengan janji aku sendiri “bahwa aku gak akan pacaran dulu sampai kelulusan nanti ,dan akan fokus belajar sekolah) ,

aku bales sms dia dengan “maaf trauma sakit ini masih ada aku belum siap ,kalo kamu benar-benar jemput aku di kelulusan nanti” dia pun membalas dengan tetap ingin balikan aku coba bicara dengan baik-baik dia pun mengerti dan akhirnya kita sepakat buat balikan atau jadian lagi dikelulusan kita nanti yang tinggal beberapa langkah lagi . Dia pun janji sambil kita nunggu kelulusan kita akan tetap kontekan ,aku gak akan pacaran dulu bakal nunggu kamu di kelulusan nanti ,aku gak akan bikin kamu nangis sakit lagi aku janji . Dan cewek mana yang gak percaya cowok yang disayanginya bilang kaya gitu ,akhirnya aku percaya walaupun agak sedikit ragu . Setelah itu sikap dia berubah dengan mungkin gengsi buat duluan sms gak tau apa lah alesannya dia gak sms beberapa hari dan aku pikir situasi ini gak akan bener lagi pasti kecewa lagi aku kirim pesan buat dia yang isinya 

“yaudah kalo sikap sifat kamu masih tetep kaya dulu aku gak mau sakit nangis ke sekian kalinya ,silahkan urusi dunia kehidupan dan hobi kesayangan kamu itu . aku bukan yang terbaik buat kamu aku masih banyak kesalahan-kesalahan yang harus aku perbaiki aku cuma wanita biasa yang nangis kalo disakitin ,segini usaha ku segini pengorbanan dan setia yang bisa aku kasih ke kamu . semua udah aku lakuin buat hubungan ini sekiranya masih kurang di mata kamu aku minta maaf ,silahkan cari orang yang sesabar aku sesayang aku ,mudah ngemaafin (yang beberapa kali bikin salah ) mungkin keluarga kamu sempat gak suka juga sama aku silahkan cari .slamat tinggal”

Aku tunggu balasan dari dia ,walaupun aku gak peduli dia mau bales atau engga yang penting dia baca . 3 hari dia gak bales ,aku coba kembali bikin status entahh apa itu soalnya status itu bukan buat dia mungkin karena dia ngerasa itu buat dia jadi dia langsung respon dengan hadir jempol (like) dan kembali ngeinbox bilang 
Riko : “maaf hapenya rusak” 
aku bales dengan singkat “iya gapapa” 
Riko : dia pun bales “iyah bem” (bem itu panggilan sayang kita berdua aku dipanggil tembem karena pipiku tembem ,dan panggilan dia (Riko) dengan sebutan themez karena hidung dia themez ,aku kembali ngebales inbox dia 
Aku : “memang ga berubah tetap sama simple” 
Riko : dia pun ngebales “ngga ko aku gak berubah” (sempat aku bales inbox dia pake emot ketawa tapi dia Cuma bales)
Riko : “aku masih yang dulu ko” . Dan balesan itu menjadi percakapan terakhir bagi kita berdua karena aku gak bales inbox itu lagi.

Setelah itu kita lost kontek walaupun jempol dia selalu hadir di status aku.

Tepatnya tahun baru aku buka jejaring social untuk bikin status Slamat datang tahun baru 2015 aku liat pemberitahuan ternyata dia kembali hadir dengan mengelike status ku . Dan paginya setelah aku beres mandi makan dan beres-beres rumah aku coba buka facebook gak disangka pertama muncul nama dia dengan status berhubungan menikah dengan Bella Eka Putri (dan ceweknyaitu aku kaya kenal dia teman SMP aku dulu walaupun kita gak deket tapi gak tau sekedar mirip) .

“Mata udah gak bisa nahan lagi iyah aku nangis ,Ya Allah apa salah Aku sama dia aku sadar aku cuma sebagai mantan dia ,gak seharusnya aku tangisin dia ataupun larang-larang dia sama orang lain , tapi aku beruntung aku tetep sama janji aku sendiri dan gak balikan sama kamu Riko . Sekarang aku paham mungkin hape kamu bukan rusak tapi kamu coba menghindar buat lost kontek secara halus . Seengganya kalo kamu mau alur dengan jalan cerita kaya gini jangan datang kasih harapan buat janji-janji ini semua kamu lontarin seakan-akan dia ngasih harapan . Tapi gak apa-apa ko aku gak akan ngeganggu kalian aku bakal pergi dari kalian tenang ajah ,aku bakal blokir facebook Riko biar aku gak tau apa kegiatan kalian hari-hari kalian berdua dan yang paling penting biar aku gak sakit hati . Dan buat kamu Riko semoga sadar ,dan buka lebar-lebar mata kamu lihat siapa yang tulus dan pura-pura ,kamu udah besar kamu pasti tau mana pendamping hidup yang terbaik buat kamu . terimakasih udah ngajarin semua arti setia ini dan pelajaran ini .Silahkan nikmati kemenangan kalian ,aku pergi” .

Tentang Penulis:
Nama : Resya Rusyana Sukmayati
TTL : 5 Juni 1997
Sekolah : SMK Bina Budi Purwakarta
Email Facebook : echa_ioll@yahoo.com

Cerita Horor: Ada Setan Di Masjid By Antoni Munte

CERITA HOROR: ADA SETAN DI MASJID 
Penulis: Antoni Munte

Hari ini cuaca panas sekali matahari bersama garang memuntahkan sinarnya tidak dengan memperdulikan manusia-manusia yg menyeringai karenanya. Dgn satu buah sapu tangan kulap keringat yg membasahi wajahku, kulihat jam tanganku pukul 12.45 kala sholat dzuhur sudah tiba. Saya bergegas menuju mesjid utk sholat sekaligus area buat berteduh sesudah seharian menjajakan barang asonganku. 

Seperti biasa kuletakkan barang daganganku di halaman mesjid & menuju kamar mandi buat berwudhu. Siraman air sumur yg dingin menyegarkan wajahku yg sejak pagi tidak terkena siraman air tidak cuma air keringat. Sesudah menyelesaikan wudhu saya kembali ke mesjid buat sholat. Didalam mesjid satu orang perempuan memanfaatkan kerudung yg menutup semua bidang tubuhnya sedang duduk dgn satu buah al qur’an berada cocok dihadapannya. Dari bibirnya ke luar alunan bacaan ayat-ayat suci yg pun biasa saya baca. Harusnya ayat-ayat suci yg dia baca bukanlah menciptakan saya tertegun atau merasa tidak serupa. Tapi lantaran alunan ayat-ayat itu ke luar dari bibir perempuan itu menyentuh hatiku. Kunikmati tiap-tiap lafaz ayat suci yg dirinya alunkan tidak dengan sadar air mataku menetes. Tidak Dengan terasa 15 menit saya mendengarkan perempuan itu membaca Qur’an. Sungguh perempuan ini amat beruntung hamba allah yg sholehah.

Setelelah selesai membaca al Qur’an wanita itu berdiri dan kemudian sholat. Kuamati setiap gerakan sholatnya dari takbiratul ikhram sampai salam. Selesai sholat aku melihat ia mengangkat tanngan sejajar bahu seraya membuka kedua telapak tangannya, ia seperti mengatakan sesuatu tapi aku tidak mendengar jelas apa yang ia ucapkan dan terkadang air matanya menetes membasahi wajahnya.

Selesai sholat wanita itu membuka kerudung yang dikenakannya lalu keluar dari mesjid aku tertegun wajahnya cantik sekali, mungkin tak ada satupun wanita secantik ia yang pernah aku lihat sebelumnya bidadari pikirku dalam hati tapi saat aku ingin memperjelas melihatnya wanita itu berbalik kemudian pergi meninggalkan mesjid dari pintu yang disebelahnya. Aku tahu kalau ia bukan masyarakat sekitar mesjid soalnya sudah lama aku selalu sholat di mesjid ini kalau pun ia mungkin baru pulang dari merantau.

Setelah selesai sholat aku kembali menjajakan barang daganganku diantara orang-orang yang lalu lalang di perempatan jalan. Tanpa terasa hari sudah mulai galap kukemasi seluruh barang-barangku tepat pukul 19.00 aku tiba di rumah kuletakkan barang-barangku didalam kamar kost ku kemudian sholat maghrib.

Cerita Horor: Ada Setan Di Masjid By Antoni Munte

Cerita Horor Lainnya: Kumpulan Cerita Horor

Selesai makan malam aku menghitung uang yang aku peroleh tadi siang dan menghitung barang dangangan yang akan ku beli besok pagi sebelum aku pergi berjualan. Hari ini aku mendapat laba hanya sedikit tidak seperti hari-hari biasanya dan mungkin karena banyaknya orang-orang orang yang menjadi pedangan asongan karena sulit untuk mencari kerja.

Kurebahkan tubuhku dan memejamkan mata ntah kenapa kejadian tadi siang melintas dalam pikiranku wajah wanita itu seakan menjelma dalam anganku, mungkinkah aku suka padanya atau mungkin hanya rasa kagumku yang berlebihan, sungguh dia wanita yang berbeda dan sangat jarang di zaman sekarang ini. Aku selalu berpikir tentang orang-orang yang dekat dengannya orang-orang yang selalu membuatnya tertawa terutama kekasihnya sungguhlah ia beruntung mendapatkan gadis yang cantik dan sholeh.

Keesokan harinya aku lebih awal ke mesjid dari biasanya dan berharap aku bisa bertemu dengannya lagi tetapi sampai waktu dzuhur selesai wanita itu tak muncul-muncul. Aku merasa bodoh mengapa aku harus berharap bertemu dengannya pada hal aku sama sekali tidak mengenalnya dan aku juga nggak pernah melihatnya. Hari berikutnya aku juga tidak berjumpa dengan wanita itu lagi berhari-hari dan bahkan sebulan aku tak pernah melihatnya lagi dan setiap orang yang aku tanya tidak pernah tau siapa wanita yang sholat di mesjid pada waktu itu.

Hasilnya saya meraih penjelasan dari orang sepuh yg berada dimesjid kelihatan terang bila dia sudah berumur lanjut rambutnya berwarna putih bersama jenggot yg menghiasi wajahnya yg telah keriput, berkulit putih bersih juga mengenakan jubah yg pun berwana putih, dia mengemukakan bahwa perempuan yg saya tonton kepada diwaktu itu yakni penunggu mesjid, beliau serta menyampaikan bahwa perempuan itu akn menampakkan & sholat & membaca Qur’an ketika mesjid sedang sepi & kala saat sholat tiba tetapi perempuan itu amat sering menampakkan dia kala menjelang maghrib. Bila beliau nampak terhadap siang hri barangkali sesuatu dapat berlangsung di mesjid atau sesuatu dapat berlangsung kepada orang yg melihatnya terkadang sesuatu perihal yg baik & terkadang perihal jelek. Mendengar penjelasan penjaga mesjid itu bulu kudukku berinding, saya tanya berarti yg kulihat itu see taaan? saya menonton sekeliling mesjid & ketika saya menoleh lelaki lanjut usia itu menghilang saya bertambah bingung & rasa takut yg teramat teramat. Dalam hatiku berfikir mungkinkah beberapa orang yg sewaktu ini sholat disini yaitu makhluk halus?

Kumpulan Cerita Horor Terbaru

KUMPULAN CERITA HOROR TERBARU

Hidup itu tidak selalmanya lurus dan menyenangkan, terkadang hal yang menyeramkan atau horor juga kita jumpai dalam hidup ini. Bahwa kita di dunia ini yang sering kali kita lihat oleh mata fisik kita hanyalah hidup dengan apa yang kita liat seperti itu. Padahal di balik mata fisik kita yang tidak mampu kita lihat ada suatu kehidupan, hanya saja kita tidak bisa melihatnya. Apa itu? Ihh serammm.....

Alam yang ada di dunia hanya alam fisik yang pasti, namun ternyata ada alam lain yang berdampingan hidupnya seperti kita. Yaitu ALAM GHAIB. Kedengarannya menyeramkan kalau kita menceritakan Cerita Horor ini. Membuat bulu kuduk berdiri dan merinding jadinya.

Kita harus sadar kanapa terjadi hidup yang menyeramkan alias horor, karena kita harus percaya ada dunia lain yang hidup seperti kita di dunia nyata. Mungkin fisik kita tidak bisa merasakan tapi batin dan alam bawah sadar kita bisa merasakan adanya alam ghaib. Dan memang hanya orang-orang yang di luar kenormalan sama seperti kita yang bisa merasakan, melihat dan bahkan bisa masuk ke alam ghaib, dan itu orang-orang pilihan yang memiliki ilmu dan kebiasaan diluar kenormalan seperti kita.

Namun kita sebagai manusia biasa bahkan bukan orang pilihan pun terkadang memiliki cerita horor yang menyeramkan. Maka dari itu jika sahabat DEJAVU memiliki pengalaman dan cerita horor, bolah publikasikan ke situs ini. Seperti cerita horor terbaru dibawah ini:

Kumpulan Cerita Horor Terbaru


Ini cerita horor terbaru yang di kirim oleh para sahabat Dejavu, semoga bermanfaat dan berani membaca ceritanya tanpa rasa takut. Dan jika sahabat memiliki cerita horor atau cerita lainnya, segera kirimkan ke situs ini melalui Menu KIRIM CERITA dan ikuti petunjuk dan ketentuannya.

Terimakasih kepada sahabat Dejavu yang telah mengirim ceritanya “Ceritakanlah Ceritamu, Berbagilah Dengan Orang Lain”.

Cerita Perjuangan: Mencari Kota Yang Hilang By Ruli Hermawan

CERITA PERJUANGAN: MENCARI KOTA YANG HILANG
Penulis:  Ruli Hermawan

Tetesan embun masihlah membasahi rerumputan hijau dijalan yg kulalui. Dinginnya hembusan angin pagi membentur pohon pohon akbar nan rindang. Maka mereka menari tidak pasti arahnya. Masa ini benar-benar periode hujan,nyaris tiap-tiap hri hujan deras menerjang wilayah kekuasaanku. Tidak jarang tidak sedikit yg mati atas kejadian ini. 

Tiba tiba hujan deras menerjang,saking derasnya hingga banjir kira kira 30 centi meter. Serta-merta ku berlari ke satu buah bukit mungil di kanan jalan. Bukit itu benar-benar mungil cuma terdapat satu pohon disana. Namun pohon tersebut lumayan lebat buah & daunnya,lumayan utk sekedar berteduh & sarapan pagi. Waktu sedang asyik makan buah sambil melepas lelah terdengar nada isak tangis.nyata-nyatanya ada seseorang perawan di atas pohon. Tangis semakin jadi waktu kilat menyambar pohon yg di naiki sang perawan. Lantaran gugup saya cepat berlari ke bawah bukit. 

Hujan sudah reda, saya penasaran dgn si perawan malang itu. Alangkah terkejutnya saya dikala menengok ke atas pohon. Perawan itu sudah hilang tidak dengan jejak. Entah apa yg berlangsung dgn perawan tersebut. Lantaran keburu hujan datang lagi saya cepet serta-merta melanjutkan perjalananku ke kota yg hilang. 

Kira Kira 4 kilo meter berlalu saya konsisten tak menemukan tanda tanda kehidupan manusia. Ku tertunduk & terjatuh, kaki ku telah tidak kuat buat diajak berlangsung, nafasku tidak beraturan, rasanya seperti ingin pingsan, pebekalanku telah habis padahal kota itu tetap jauh di belahan bumi sana. Lantaran takut di makan serigala saya memutuskan utk terjadi pelan saja,namun apa boleh untuk,tubuhku terasa lemas & teramat lelah maka saya terjatuh & merasa jauh di dalam alam bawah sadarku.

Ku bermimpi berkenaan ayah & ibu yg berada jauh sekali di kota itu,kota yg belum sempat dikunjungi seseorang pula kecuali masyarakat aslinya sendiri. Berada jauh dgn ortu tidak dengan pengawasan & kasih sayang memang lah jadi aspek yg menyakitkan. Saya terpisah dari orang tuaku waktu saya masihlah mungil,kala rombongan kota tersebut pindah ke belahan bumi lainnya dikarenakan terdapat perang antar seluruhnya wilayah kecuali kotaku. Namun mereka melupakanku. Jauh & sendirian. Semuanya terasa nyata. 

Sebab terperanjat bersama mimpi tersebut saya terbangun. Saya sedang bingung lantaran tiba tiba berada di suatu kamar. Terdengar samar samar nada langkah kaki menghampiriku,semakin dekat semakin terang. Spontan saya serta-merta besembunyi di balik lemari sepuh yg telah dikonsumsi umur. Orang itu telah masuk ke kamar. Badannya tegap,tinggi,tapi agak kurus,sepertinya sih tetap belia,ditangannya ada secangkir minuman & selimut tebal. Orang itu tampaknya sedang mencari ku. Mulai Sejak dari bawah ranjang,sisi area di tengoknya hingga langit langit sekalipun! 

Orang itu kelihatan pasrah,sambil memandang ke arah lemari tempatku bersembunyi. Orang itu mengrenyitkan dahi sambil terjadi pelan ke belakang lemari. Saya gugup tetapi saya mengusahakan kalem & jangan sampai berprasangka jelek dahulu. Orang itu menarikku ke luar & menyeretku ke suatu kursi dulu dirinya tanya. 
“mau apa kau kesini? di luar sana amat berbahaya. Serigala mungkin saja memakanmu hidup hidup. Apabila saja saya tak melalui macam mana nasibmu nanti” 

Setelah Itu saya menuturkan nama,maksudku & maksud perjalananku ke kota tersebut. Orang itu cuma manggut manggut & kemudian beliau menceritakan perjalanannya berpetualang ke kota Oceania kota yg hilang ribuan th yg dulu. 
“namaku Tomas,menyukai bertemu denganmu Felix”katanya lembut. 

Tiba tiba datanglah 3 orang berbadan tinggi,dulu mereka menyapaku. Nyatanya mereka yakni sahabat tomas bernama Richard,Jack ,& yg paling sepuh Edison. 
Dikarenakan jalur perjalanan kami nyaris sama,Tomas memutuskan buat menyambung perjalanan dengan sama.& utk memulihkan keadaanku yg lemah,kami memutuskan utk menginap di hunian lanjut umur ini selagi seminggu. Saya teramat terhibur dgn sahabat baruku,nyatanya dirinya amat pandai memainkan suling,suaranya merdu sekali seperti nada burung berkicau.

Sudah seminggu, waktunya untuk meneruskan perjalanan. 
Hari ini sangat panas,namun aku merasa sangat gembira karena canda dan keunikan mereka masing masing. Karena jarak perjalanan cukup jauh Richard memutuskan untuk menyewa kuda,akhirnya Richard dan Edison bersedia mencari tempat penyewaan kuda yang katanya ada di kota kecil di balik bukit. Setelah seharian menunggu akhirnya Richard dan Edison datang membawa dua ekor kuda. Aku sangat senang karena kami tak perlu lagi capek capek berjalan dan mungkin bisa menghemat tenaga.

Di tengah perjalanan kami bertemu Alan, pelarian dari kota Cruelson. Dia meminta Edison menolongnya dari kejaran tentara Cruelson. Edison menurutinya dan memutuskan untuk melakukan perjalanan secara sembunyi sembunyi. Tetapi kami tak mau berpisah kapanpun karena kami sahabat,akhirnya kami memutuskan untuk menolong Alan meski hukuman untuk para pembantu pelarian sangatlah besar. Untuk tidak menaruh kecurigaan pada tentara cruelson,kami menyarankan Alan untuk menggunakan nama palsu,yaitu David Robinson. Alan pun menyutujuinya.

Tibalah kami di sell city,kota yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pedagang. Dengan sisa uang yang sedikit,kami membeli berapa potong keju dan roti. Setelah itu kami pergi mencari padang rumput untuk mendirikan tenda. Sementara itu Jack menjaga kawasan sekitar tenda dari kejaran tentara cruelson sedangkan Edison dan Alan menggali lubang untuk tempat persembunyian Alan. lubang sudah jadi,tenda jadi dan kondisi aman,tiba tiba Jack mengangkat satu tangannya yang berarti tentara cruelson sudah datang. Tomas segera menyembunyikan alan pada lubang di bawah tenda. Aku dan Edison pura pura merapikan tenda yang rusak karena dimasuki Alan. Jack mencoba meyakinkan bahwa Alan tidak bersama kami.

Setelah tentara tersebut pergi,aku menarik Alan keluar dan bertanya apa kesalahannya sampai dikejar oleh tentara cruelson. Alan menjawab dengan marah kalau dia dituduh menembak kepala polisi cruelson. Aku bingung,kenapa Alan dituduh dengan kejadian sedemikian rupa,aku tahu bahwa Alan sebenarnya tidak melakukan hal sekejam itu. Richard keluar dari tenda dan menyela pembicaraanku dengan Alan. Richard mengejek Alan,karena menurut Richard,Alan menjadi tanggungan berat dan menjadi penghalang perjalanan jauh kami. Tetapi aku menantang Richard dan bersumpah bahwa ucapan Richard tidak benar,Alan marah ia mendorongku dan langsung mengacungkan pedangnya ke Richard. Richard malah menatang Alan dan mengacungkan pedang panjangnya ke Alan sambil mengejek tentang tuduhan Alan tersebut. Alan membalas dengan serangan pedangnya tetapi berhasil ditangkis,aku tidak bisa melerai mereka berdua karena aku sangat takut kepada pedang. Tiba tiba Tomas dating dengan cepat merelai mereka berdua.

Setelah tentara tersebut pergi,aku menarik Alan keluar dan bertanya apa kesalahannya sampai dikejar oleh tentara cruelson. Alan menjawab dengan marah kalau dia dituduh menembak kepala polisi cruelson. Aku bingung,kenapa Alan dituduh dengan kejadian sedemikian rupa,aku tahu bahwa Alan sebenarnya tidak melakukan hal sekejam itu. Richard keluar dari tenda dan menyela pembicaraanku dengan Alan. Richard mengejek Alan karena menurut Richard,Alan menjadi tanggungan berat dan menjadi penghalang perjalanan jauh kami. Tetapi aku menantang Richard dan bersumpah bahwa ucapan Richard tidak benar,Alan marah ia mendorongku dan langsung mengacungkan pedangnya ke Richard. Richard malah menatang Alan dan mengacungkan pedang panjangnya ke Alan sambil mengejek tentang tuduhan Alan tersebut. Alan membalas dengan serangan pedangnya tetapi berhasil ditangkis,aku tidak bisa melerai mereka berdua karena aku sangat takut kepada pedang. Tiba tiba Tomas datang dengan cepat merelai mereka berdua.

Nafas mereka terengah engah,Tomas membanting pedang Richard dan Alan. aku panik karena pedang yang terlempar tersebut hampir mengenai kakiku. Tomas mendorong mereka berdua,lalu pergi. Tidak beberapa lama,Richard menyenggol bahu Alan sehingga terjatuh,dengan merasa tidak bersalah Richard pergi meninggalkan aku dan Alan.

Cerita Perjuangan: Mencari Kota Yang Hilang By Ruli Hermawan

Cerita Perjuangan Lainnya : Kumpulan Cerita Perjuangan

Pagi telah tiba,aku segera mempersiapkan barang barangku untuk perjalanan. Aku tahu kalau Richard masih marah dan berangkan terlebih dahulu dari pada kami. Alangkah terkejutnya aku ketika perbekalan uang dan makanan kami hilang,mungkin sudah diambil Richard,tapi kami memang sangat membutuhkannya. Ternyata peta perjalanan kami hilang! kami tak bisa melakukan apa apa,yang hanya bisa kami lakukan adalah terus berjalan lurus ke depan.

Tidak beberapa lama kami sampai di pesisir pantai,pantai tersebut mempunyai ombak yang sangat ganas dan tinggi. Hal itu membuat kami mengurungkan diri untuk pergi berlayar. Edison mengusulkan kami untuk kembali dan menemui paman dan bibi Edison,yaitu Nicolas Edison dan Mary Ribonson. Kami pun menyetujui usulan Edison,tapi tidak dengan Alan,Alan menolaknya. Aku tidak tahu sama sekali apa maksud Alan,tetapi apapun itu pasti ada maksudnya,semua masih dalam misteri. Edison memaksa Alan,tetapi apa boleh buat Alan tetap pada pendiriannya. Tiba tiba Tomas memainkan sulingnya,suara merdu suling Tomas membuat hati kami terasa tenang sehingga kami berhenti berdebat,dengan berat hati akhirnya Alan menyutujuinya.

Ketika sampai dirumah paman Nicolas,Alan tiba tiba bersembunyi,aku bingung apa maksud Alan sebenarnya,tetapi mungkin ada rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain. Paman Nicolas keluar dia tampak senang ketika keponakannya berkunjung,kami pun dipersilahkan masuk kecuali Alan,dia tampak masih bersembunyi untuk menghindari paman Nicolas. Setelah beberapa lama paman menunjukkan letak pelabuhan yang ada disudut kota,dan dengan baik hati dia memberikan mobil pick up nya. Kami sangat berterimakasih dengan kebaikan hati paman. Aku khawatir apakah Alan mengetahui bahwa kami akan pergi ? ketika mobil keluar dari pekarangan Paman Nicolas,Alan melompat ke belakang mobil,aku terkejut tapi Alan hanya tersenyum.

Setelah sampai ke pelabuhan,kami memutuskan untuk menjual beberapa barang. Apa boleh buat,uang kita sudah habis ya.. lumayan juga sih. Kapal sudah berangkat aku,Tomas,Jack,Alan dan Edison segera menuju ke bagian angkut penumpang. Dalam hati aku berpikir bagaimana nasib Richard nantinya,apakah Richard bisa menyebrang laut yang luas ini dengan kuda curiannya? Kurasa tidak mungkin.

Setelah berjamjam melalui perjalanan laut,kami sangat lapar dan lelah,pelabuhan menjadi tempat kami untuk berbisnis,bisnis ngemis. Bisnis kami tidak berjalan mulus,suling Tomas tersenggol tanganku hingga masuk ke laut,Tomas marah dia langsung mengacungkan pedangnya padaku. Orang orang disekitar berkerumun ingin tahu apa yang sedang terjadi. Alan berusaha menenangkan kami. Tomas benar benar tidak mau mengalah,dia memaksaku untuk mengambilnya kembali padahal ada sebuah kapal besar yang akan berlabuh. Tomas mendorongku,aku terjatuh ke dalam laut dan kepalaku membentur tiang jembatan. Kepalaku terasa sangat pusing,cairan merah mengucur dari dahiku dan aku tak bisa mengontrol diriku lagi, namun suling tersebut sudah di depan mata dengat sekuat tenaga aku meraihnya,lalu setelah itu aku tidak tahu apa apa lagi.

Suara gemuruh terdengar di sekitar telingaku,ku lihat suling Tomas sudah di atas meja. Aku terkejut kepalaku di balut perban,kulihat Alan menutup wajahnya di kursi. Aku berusaha memanggilnya. Dia lalu menceritakan semua yang terjadi pada hari itu,Tomas di penjara aku pun turut berduka ,sementara itu Edison lalu memberitahukan dokter karena aku sudah terbangun.Tomas telah dipenjara,ini semua salahku. Sekarang Tomas pasti sedih karena keinginannya ke kota oceania tidak cepat terwujud.
Seminggu dirumah sakit membuatku bosan,hingga aku memutuskan untuk kabur dari rumah sakit. Meskipun Alan,Edison,dan Jack telah melarangku,tapi aku terus memaksa mereka bertiga untuk melanjutkan perjalanan. Tapi usaha ku tersebut tak berjalan semulus dugaanku,dokter telah menyadarinya. Setelah Jack memberitahu semua yang terjadi dokter tersebut memberi kami peta,makanan,uang dan memperbolehkan kami pergi.

Sebelum aku pergi,aku mengalungi suling Tomas dan mengucapkan selamat tinggal pada dokter yang baik hati tersebut. Kami segera menaiki mobil,sebelum senja tiba kami harus membeli perbekalan lagi. Dari kejauhan kami lihat ada seseorang yang melambaikan tangannya,sepertinya orang itu akan menumpang,disebelahnya terdapat kuda yang terlihat keletihan dan lapar. Alangkah terkejutnya kami ketika melihat siapa orang itu. Ya dia Richard,orang yang telah menghianati kami. Richard tampak terkejut,tanpa basi basi Alan pun memperbolehkan Richard naik.

Tidak beberapa lama setelah itu Richard mendorong Jack yang sedang mengemudikan mobil,aku,Alan,dan Edison berusaha merebut kemudi mobil kami dan perbekalan yang baru saja diberi dokter beberapa kilometer yang lalu. Akan tetapi Richard malah menodongkan pistolnya pada kami,dengan hati hati kami pun mundur dan turun dari mobil. Dengat cepat Ricard pergi tanpa memperdulikan kami.

Senja telah tiba,kami kehabisan bekal apalagi uang. Jadi,kami memutuskan untuk menjual tas,topi dan sepatu apa boleh buat ;-( . Untung aku bertemu dengan Maichel ,yang bersedia membeli semua dagangan kami,kami sangat senang apalagi ia bersedia memberikan tumpangan ke oceania,kebetulan dia mau mengantar kucing kucing terlantar ke perternak kucing di Oceania.

Selama pejalanan aku sibuk bermain dan merawat kucing kucing lucu tersebut sedangkan Alan,Edison,dan Jack bertugas memberi makan dan menghitung kucing kucing yang ada. Kucing kucing tersebut sangat cute dan lucu,kami tak bosan bermain dengan kucing Maichel. Mungkin karena terlalu asyik bermain,tak terasa kami sudah berada di kota Mc justice. Kurang lebih 7 Km dari tempat kami bertemu Michel. Oceania sudah dekat,mungkin 1 atau 2 Km lagi sudah sampai,jujur aku kasihan pada Tomas.

Tibalah kami di persimpangan menuju kota Oceania dan kota yang hilang,yaitu kota Mc garden,kota kelahiranku. Karena arah kami tidak sama,aku terpaksa turun. Walau aku masih ingin bersama para sahabatku. Mereka meninggalkan ku sendirian,tapi tak apa,yang penting mereka selamat,begitu pula Alan. Sekarang aku sudah sampai di tempat tinggalku.. aku sangat kangen pada para sahabatku,aku masih ingat, tentang gadis yang kutemui di bukit. Ini masih menjadi misteri…..

And

Cerita Motivasi, Sedekah Seorang Tukang Becak Setiap Hari Juma’t

Terkadang kita lupa untuk melakukan kebaikan kepada sesama, bahu membahu menggotong umat ini. Karena tanpa orang sebenarny akita bukanlah apa-apan. Dan hidup kita memang butuh mereka ketika terasa kita dalam keadaan sulit. Tatkala bahagia kita melupakan mereka, bahkan sampai tidak tahu sebenarnya kita bisa seperti ini karena pengaruh mereka juga, dan siapakah mereka?

Mereka adalah orang-orang yang hidupnya dibawah keadaan kita. Tanpa kita sadari merekapun sebenernya butuh bantuan kita bukan sebaliknya malah mereka dengan keadaan seperti itu masih bisa membantu kita. Seperti Cerita Motivasi, Sedekah Seorang Tukang Becak Setiap Hari Juma’t. Meskipun keadaan hidupnya serba kekurangan namun ia mampu untuk bersedekah. Bagaimana ceritanya…..

Cerita Motivasi, Sedekah Seorang Tukang Becak Setiap Hari Juma’t

Ada seorang TUKANG BECAK RENTA, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim). Setiap hari Jum'at, ia mengGRATISKANkan tarif becaknya, dengan niat SHODAQOH..

Suatu kali, pada hari Jum'at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya. Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :
"Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki.."
"(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..)."

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih. 

Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum'at lalu. Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum'at lalu, untuk tarif becaknya.
Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang :
"Insyaallah.. Kulo ikhlas pak..
Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang."
"(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak..
Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..)."

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali :
"Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!"
Tukang becak itu pun menjawab :
"Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum'at kula shodaqoh ngeten niki..".
"(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum'at saya bershodaqoh dengan cara ini..)"
"Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum'at saja..!?" Tanya si penumpang memastikan.
"Nggeh, Pak"
"Rumah bapak dimana?" Tanya penumpang penasaran..
"Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..".
"(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)"

Hari pun berlalu, dan di hari Jum'at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.

Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.
Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.
Hatinya tergetar... Batinnya menangis.. Betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.

Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..
Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.
"Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum'at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?"
"(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum'at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)
"Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya.
Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu.."

Demikian Cerita motivasi, Sedekah Seorang Tukang Becak Setiap Hari Juma’t. Semoga bermanfaat dan kita terbuka hatinya untuk peduli sesama. Karena dengan bersedekah kita bisa meringankan beban mereka yang hidupnya sebar kekurangan. Dan kita yang sebenarnya hidup sudah lebih dari cukup ini janganlah merasa kurang karena sebenarnya orang-orang yang hidupnya serba kekurangan mereka saja masih bisa membantu orang lain.

Cerita Inspiratif, 12 Tahun Baru Bertobat Seorang Pencuri Mengembalikan Uang 4,7 Juta

Kesalahan yang terjadi pada diri kita sebagai manusia biasa adalah kodrat kita karena kita lemah dan makhluk yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Ketika kita melakukan kesalahan mungkin karena kelamahan itu lah yang nampak pada diri kita, dan itu wajar jika kesalahan itu kita perbaiki dengan kebenaran dengan tindakan melakukan kebaikan.

Cerita inspiratif ini menggambarkan betapa luar biasanya tatkala orang melakukan kesalahan dan itu sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun, dan masih ingat akan kesalahan itu bahkan sampai menyesali kesalahannya akhirnya ia bisa bertobat.

“Lebih cepat meminta maaf lebih baik, dan Lebih cepat bertobat lebih baik”, memang benar, namun perlu kita ketahui bahwa setiap orang punya masa perenungan (hidayah) yang berbeda-beda. Dan Cerita Inspiratif, 12 Tahun Baru Bertobat Seorang Pencuri Mengembalikan Uang 4,7 Juta. Menandakan hidyah adalah sebuah rahasia,tidak tahu kapan ia akan turun.

Cerita Inspiratif, 12 Tahun Baru Bertobat Seorang Pencuri Mengembalikan Uang 4,7 Juta 

Dan bagaimana cerita inspiratifnya, berikut ceritanya:

Dilansir elitereaders.com, Rabu (20/4/2016). Akhir-akhir ini Abubakar Lorgat  seseorang sopir taksi asal Blackburn, Lancashir. Menerima kiriman email dari pengirim tidak di ketahui,  ia mengaku yang merupakan penjahat yang melakukan pencurian dompetnya kira-kira 12 tahun silam. Dan mengejutkannya terdapat sebuah amplop yang berisi uang sejumlan  4,7 Juta Rupiah yang di sampaikan ke rumahnya. Tidak cuma itu, sang pencuri pun mencantumkan surat permintaan maaf dan penyesalannya sebab sudah membawa uang haram yang bukan miliknya. 

Cerita Inspiratif ini bermula di tahun 2004, disaat sopir taksi berumur 49 tahun ini sudah menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan taksinya di pusat kota Blackburn, kemudian pulang menggunakan bus angkutan umum. Setibanya di rumah, dirinya baru sadar bahwa dompetnya sudah hilang. Hari itu, ia menyatakan telah kehilangan SIM-nya dan uang lebih dari Rp 3,7 juta untuk membayar tagihan dan membeli makanan.

Meski sudah lebih dari satu dekade telah berlalu dan ayah dari empat anak itu telah melupakan kejadian tersebut, tapi tak disangka ia mendapatkan surat dan uang melalui pos. Surat tersebut berbunyi.

Untuk Abubakar Lorgat,

Saya memang mencuri dari kamu sekitar 10-15 tahun lalu. Saya benar-benar menyesal tentang hal ini dan saya harap kamu bisa memaafkan saya dalam hati.

Saya lampirkan beberapa uang, mudah-mudahan dapat mengganti uang yang dicuri dari kamu.

Mohon maafkan saya.

Lorgat pun tersentuh dan heran dengan tindakan pencuri yang bertobat itu. "Saya benar-benar terkejut, setelah bertahun-tahun uang saya dapat kembali. Saya berharap akan ada lebih banyak orang yang melakukan hal serupa," jelasnya.

Selain untuk membeli kebutuhan anak-anaknya, Lorgat juga akan menyumbangkan sebagian uang kepada orang-orang miskin di komunitasnya. Dia juga akan menggunakan beberapa untuk mendanai perjalanan tahunan untuk mengunjungi orang tuanya di Gujarat, India.

Semoga cerita inspiratif ini mengingatkan kita akan kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat dan kita bertobat dengan cara yang sungguh-sungguh untuk tidak melakukan perbuatan salah itu lagi. Dan semoga dari cerita ini sahabat dejavu termasuk orang yang selalu mendapatkan hidayah dengan masa yang cepat sehingga kesalahan tersebut tidak berlarut-larut untuk kita perbaiki dengan kebaikan.

Cerita Islami: Gus Dur Disuruh Mampir Oleh Sunan Gunung Jati

Betapa beruntungnya kita hidup didunia ini tatkala kita termasuk dalam orang yang selalu dirahmati Allah SWT dikala hidup atau pun kelak telah tiada. Termasuk dalam cerita Islami ini, sosok ulama besar dan salah satu yang pernah memimpin Bangsa Indonesia Presiden ke-4 yaitu K. H. Abdurrahman Wahid atau sering di kenal dengan sebutan Gus Dur. Dibalik sosoknya yang merindukan kita kepadanya ada cerita islami yang kita ketahui saat Gus Dur sedang berkunjung ke Cirebon, mendapati  Gus Dur disuruh Mampir Oleh Sunan Gunung Jati.

Secara akal mungkin kita bertanya-tanya betapa sulitnya kita mencerna cerita ini, karena orang yang sudah meninggal dunia bahkan sudah puluhan tahun lamanya bisa berkomunikasi dengan orang yang masih hidup. Cerita tentang “kehidupan” para wali yg telah wafat ini diantaranya dialami oleh Gus Dur yg sering berkomunikasi dengan sejumlah wali yg sudah lama wafat, diantaranya dengan Sunan Gunung Jati. Sesungguhnya para kekasih Allah tidaklah mati, mereka cuma meninggalkan bentuk fisik yg fana, tapi jiwa mereka abadi.

Dalam Al Qur’an menegaskan yang artinya “Janganlah anda mengira bahwa beberapa orang yg gugur di jalan Allah itu mati. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imron ayat ke 169)

Gus Dur disuruh Mampir Oleh Sunan Gunung Jati

Inilah Ceritanya Gus Dur disuruh Mampir Oleh Sunan Gunung Jati:

Mantan sekretaris jenderal PBNU H Arifin Junaidi mengisahkan, suatu waktu, ia dherekke Gus Dur ke Cirebon untuk berjumpa dengan KH Fuad Hasyim, pengasuh pesantren Buntet. Usai pertemuan yg berlangsung hingga larut malam tersebut, mereka bergerak menuju Pekalongan untuk mengunjungi Habib Lutfi bin Yahya.

Ditengah perjalanan, tepatnya di daerah Losari, kurang lebih pukul 1 malam, Gus Dur meminta sopirnya untuk kembali lagi menuju ke makam Sunan Gunung Jati yg berada di kompleks Astana Gunung Sembung Cirebon.

“Saya baru saja dipanggil Sunan Gunung Jati,” kata Gus Dur menuturkan alasannya kembali ke Cirebon.

Anggota rombongan lainnya semuanya terdiam saja, tanpa komentar. & perjalanan pun berlanjut hingga di kompleks makam. Herannya, ditengah tengah malam buta tersebut, para juru kunci yg ada semuanya berkumpul, kumplit, menyongsong kehadiran Gus Dur tersebut dengan menggunakan seragam kebesarannya yg biasa dipakai ketika menerima tamu istimewa, seakan-akan telah ada yg memberi tahu, padahal ketika itu belum ada HP sebagai media komunikasi yg modern.

Mereka pun langsung menuju pemakaman. Layaknya adat Nahdliyin, waktu berziarah, mereka juga memanjatkan dzikir & tahlil serta mendoakan Sunan Gunung Jati yg sudah berjasa menyebarkan Islam di jabar.

Usai tahlil, Gus Dur tertunduk & diam saja. Beliau lalu ke luar dari tempat tempat dzikir menuju halaman. Arifin masih penasaran kok para juru kunci sudah pada siap menerima kunjungan Gus Dur, padahal pada awal mulanya ga ada konsep berziarah.

Ia lalu tanya kepada seseorang tentang kejadian ini. “Kok telah pada siap & siapa yg memberi tahu?” Dijawabnya, seluruh juru kunci dibangunkan malam-malam itu juga oleh kordinatornya, & disuruh bersiap oleh Kanjeng Sunan dgn pesan “Cucuku mau datang ke sini.”

Ia juga cuma bisa manggut-manggut keheranan akan fenomena luar biasa ini.

Cerita Islami Terkait: Pesan Sykeh Nurjati Kepada Sunan Gunung Jati

Sesudah dirasa cukup ziarahnya, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke Pekalongan sebagaimana rencana semula. Karena tetap penasaran, ia lalu tanya kepada Gus Dur, kapan dipanggil oleh Sunan Gunung Jati.

“Ya tadi, ketika perjalanan baru dipanggil, disuruh mampir. Ke Cirebon kok nggak mampir.”

Gus Dur pula menuturkan, saat dia terdiam seusai tahlil, beliau sedang berdialog dengan Sunan Gunung Jati, membincangkan bermacam macam masalah yg dihadapi oleh umat.

Hanyalah keimanan bagi umat Muslim yang teguh dan kuat prinsipnya yang bertopang pada pedoman al-Quran dan as Sunah mencerna cerita seperti ini. Karena sesungguhnya cerita-cerita yang memiliki makna ketauhidan seperti ini adalah kekuatan orang musilim untuk mengukuhkan hatinya akan keimanan kepada Allah SWT. 

Semoga cerita islami ini memberikan manfaat kepada kita semua dan bertambah keimanan kita.. Amin

Cerita Cinta: Tak Perlu Memendam By Nevi Nurmalasari

CERITA CINTA: TAK PERLU MEMENDAM 
Penulis: Nevi Nurmalasari

Endi memanggil dan menepuk pundak Dina, ketika Dina sedang menyiapkan sarapannya sebelum berangkat sekolah. Dina telonjak kaget, lalu membalikan tubuhnya menghadap pria yang menepuk pundaknya tadi. “Tak bisakah kau bersikap sopan sedikit ha ?”.sindir Dina kepada Endi.

Endi hanya membalas dengan senyumannya yang membuat gadis –gadis meleleh, kecuali Dina. Karena mereka selalu bersama dari kecil, sehingga Dina tidak tergoda dengan senyum nakal itu. Dina hanya mengangkat alis dan berlalu ke meja makan.
“Oya Din, ngomong – ngomong kau menyiapkan sarapan apa hari ini untuk kita ?”,Tanya Endi sambil menengok ke atas meja.
“Heh ?, apa kau bilang ?, sarapan kita ?, aku hanya membuat sarapan untukku sendiri !” , sahut Dina sambil melototkan matanya kepada Endi.
“Ayolah Din, buatkan satu lagi, selagi ada waktu 15 menit lagi”, bujuk Endi.
“Huh, kau ini, tak bisakah kau tidak menggangguku”, timpal Dina.“Baiklah aku siapkan roti untukmu”,lanjut Dina.

Endi dan Dina selalu berangkat sekolah bersama , Karena mereka berdua bersahabat dari kecil. Orang tua mereka juga berteman baik.Tetapi karena sering tugas keluar negeri sehingga susah untuk bertemu.
Dina dan Endi berjalan dilorong sekolahnya menuju kelas mereka,seperti biasa semua murid yang sedang beraktifitas meninggalkan aktifitasnya sebentar melihat ketampanan dan kecantikan dua manusia ini. Dina memiliki wajah seperti orang barat tetapi masih ada sekilas darah Indonesia di tubuhya, sedangkan Endi campuran barat dan timur, yang membuatnya begitu tampan.

Cerita Cinta: Tak Perlu Memendam By Nevi Nurmalasari

Cerita Cinta Lainnya: Kumpulan Cerita Cinta

Dina yang memiliki sifat yang ramah dan baik membalas dengan senyum , murid yang menyapanya.Sedangkan Endi bersifat dingin dan misterius, dia mengabaikan sekelilingnya dan tidk peduli apa yang terjadi selagi tidak mengganggu ketenangannya dan Dina. Endi sangat menjaga Dina,hanya kepada Dina sikapnya itu berubah manis dan lembut. Ketika mereka kecil dulu, Endi pernah menakuti Dina dengan ular, sehingga Dina lari ketakutan, dan tidak menyangka kecelakaan itu terjadi, ketika Dina berlari keluar pagar rumah Endi, sebuah mobil menabrak Dina, Dina sempat koma beberapa hari, tetapi untunglah dia cepat sadar dan bersemangat memulihkan keaadaannya. Endi berjanji kepada orang tuanya dan orang tua Dina akan selalu menjaga Dina dan tidak akan membiarkannya terluka lagi, dengan tampang lugunya berjanji dengan serius.Ternyata Endi memegang janjinya sampai mereka beranjak dewasa. Dina sempat kesal denga perlakukan protektif Endi, karena laki-laki tidak berani mendkatinya mengingat Dina selalu di dekat Endi,dan Endipun menghalangi laki-laki yang mendekati Dina.

“Selamat pagi semuanya”,sapa bu Reno (guru bahasa Indonesia) membuat murid terkejut lalu merapikan duduk mereka karena tadi asik menggosip.
“Pagi ini kalian kedatangan teman baru”, sambungnya, lalu memanggil murid baru itu.
Gadis itu terlihat cantik dengan rambut terurai sebahu, hidung mancung, denga bibir Pink yang menggoda. Kelas ricuh sedikit karena murid laki-laki pada sibuk menggoda dan bersiul, bu Reno hanya tersenyum, karena memahami, murid-muridnya yang nakal itu.
“silahkan perkenalkan dirimu, Nesya !”, perintah Bu Reno kepada Nesya.
Nesya lalu memperkenalkan dirinya . Murid cewek tampak tak peduli dan kecewa,karena murid baru itu bukan cowok keren, malah cewek yang akan menambah pesaing mereka untuk mendapatkan cowok keren.Tapi Dina tampak memperhatikan ,Endi yang biasanya tak peduli sekelilingnya juga ikut mendengarkan sekilas.
Dikantin sekolah
“Kau mau pesan apa ?”, Tanya Endi.
“aku makan soto saja”,jawab Dina.
“Ok, kau tunggu disini , aku akan memesankannya”, balas Endi.

Dina mengangguk, dan melanjutkan memainkan gadgetnya. Disisi lain Nesya celingukan mencari tempat duduk dikantin yang ramai itu, lalu dia melihat Dina duduk sendiri di tempat bagian ujung kantin, Nesya berjalan menuju meja Dina, lalu denga ramah di menyapa Dina dan meminta izin untuk duduk di depannya.Awalnya Dina sedikit ragu, mengingat sifat Endi yang dingin, Dina takut nanti Nesya akan diusir,karena ketenangannya terganggu, tapi akhirnya memutuskan mempersilahkan Nesya duduk .
“Din sotonya habis, kau pesan yang lain saja ya ?”,kata Endi sambil memegang bahu Dina.
“Aku minum jus jeruk saja, aku sudah tak nafsu lagi, kau lama sekali”,jawab Dina.
“Hei, apa kau tak lihat berapa banyak umat manusia disana ?”, balas Endi sambil memutarkan kepala Dina menghadap tempat dia memesan tadi.

Nesya tesnyum geli, melihat pertengkaran yang romantis itu.Lalu Endi menatap Nesya dengan dingin.”Kenapa kau duduk disini ?”bentak Endi, Nesya langsung pucat pasi.
“aku yang menyuruhnya disini, mau apa kau ?” bela Dina sambil megang tangan Nesya yang gemeteran.”ta usah takut Nesya, dia memang begitu, sebenarnya dia baik kok”, bujuk Dina. Endi berlalu pergi, untuk memesan jus dan makanannya,dan menatap Kesya tidak suka.
Sudah seminggu Kesya dan Dina menjadi teman dekat, dari membuat tugas sampai belanja pun mereka bersama.Walaupun dalam hal belanja Endi tidak mau ikut, tetapi dia tetap menjaga Dina.
“Din, kau dan Endi pacaran ?”,Tanya Kesya disela makannya. Mereka makan di Café dekat salah satu Mall di Jakarta. Dina hanya terkejut sesaat, lalu denga santai menjawab, “tidak, kami hanya sahabatan dari kecil”.Hati Kesya merasa lega. “hmm, kau menyukainya ya ?”,tebak Dina. Kesya merasa mukanya merah karena malu. Dina merasa tabakannya benar, lalu dia memutuskan untuk membantu Kesya dekat dengan Endi.

Setelah beberapa hari membujuk Endi untuk bersikap baik kepada Nesya akhirnya berhasil juga, Endi dan Nesya dekat. Tetapi Dina merasakan ada yang hilang di hidupnya.Lama kelamaan perasaan itu terus merasukinya ketika melihat Endi dan Nesya semakin dekat, tetapi Dina tetap terlihat santai.
“Kadang ketika dia dekat perasaan ini biasa saja, tapi kenapa setelah dia menjauh baru perasaan cinta ini muncul” .Dina mengeluh dalam hati.
“Semangat Dina, kau akan bisa memendam perasaan ini, bukankah kau yang menyutakan mereka, jadi kau harus terima resikonya. Kau harus senang melihat sahabat kau bahagia”, gumam Dina pada dirinya sendiri.
“Din, buka pintunya!”, suara mama terdengar dari balik pintu kamarnya.
“Iya ma”, sahut Dina sambil membuka pintu.
“Ada hal penting yang ingin kami sampaikan padamu “, sambung mama.

Dina tak membantah, dia mengikuti mamanya menuju ruan tamu. Disana sudah berada orang tua Endi dan Endi, Dina sedikit terkejut. “Sini duduk sayang “, kata papa Dina. Dina menurut lalu duduk diantara Papa dan mamanya.
“Papa dan mama beserta orang tua Endi berencana mengadakan pertunangan kamu dengan Endi, mengingat kamu sudah di jodohkan dari kecil”, Unkap papa secara langsung.
“tunangan ?, dijodohkan?”, Dina semakin terkejut atas ucapan papanya. 
“kenapa papa tidak menceritakan sebelumnya ?”, Tanya Dina. 
“Bukankah kalian berdua sudah dekat ?”, Tanya Papa sambil melirik Endi dan Dina bergantian .

Dina tidak menjawab , dia meminta izin dan berlari menuju tersa belakang rumahnya, lalu Endi juga meminta izin ingin menyusul Dina dan meninggalkan orang tua mereka yang kebingungan melihat putra putri mereka.
Diteras belakang
“kenapa kau lari ?, tidak maukah kau bertunangan denganku ?”, Tanya Endi.

Dina membalikan Badan menghadap Endi.”kenapa ?, kau tidak pernah bilang cinta padaku, dan kau juga sedang berpacaran dengan Nesya kan ?”,Dina kembali bertanya.
“Hei , siapa yang pacaran dengan Nesya, memang dulu dia sempat menyatakan cinta kepadaku, tapi aku sudah menjelaskan bahwa aku mencintaimu, tapi aku takut menyampaikannya, kalau masalah perjodohan itu aku juga tidak tau”, jelas Endi dengan jujur. Dina hanya menatap Endi terpaku. 
“Aku mencintaimu Dina, maukah kau bertunangan denganku lalu setelah kita menamatkan kuliah aku akan segera melamarmu untu menjadi istriku”, ungkap Endi sambil berlutut dan membuka kotak kecil yang berisi cincin .

Dina berfikir sejenak lalu mengangguk , Endi langsung memeluknya. ” Ternyata cinta ini tidak punyaku sendiri, ada orang yang membalasnya, jadi aku tidak perlu memendam perasaanku”, Batin Dina sambil tersenyum dalam pelukan Endi.

End

Tentang Penulis:
Nama : Nevi Nurmalasari
Tempat dan tanggal lahir : Padang, 30 mei 1995
Mahasiswa Universitas Andalas jurusan Matematika